Menu ✖

Mode Gelap

Terkini · 8 Mar 2025 14:31 WIB ·

Vonis Seumur Hidup Untuk Syahrul, Pengedar Narkoba Jaringan Besar


 Ulwan Maluf Humas Kantor Kejaksaan Negri Bengkalis Perbesar

Ulwan Maluf Humas Kantor Kejaksaan Negri Bengkalis

Bengkalis – Muhammad Syahrul alias Arul (26), warga Desa Deluk, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. Ia terbukti terlibat dalam sindikat narkotika dan berperan dalam distribusi barang haram dalam jumlah besar.

Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim yang diketuai Aldi Pangrestu, S.H., dengan anggota Rentama P.F. Situmorang, S.H., M.H., dan Tia Rusmaya, S.H., dalam sidang pada Rabu (26/2/2025). Perkara ini tercatat dalam Putusan Nomor 634/Pid.Sus/2024/PN Bls.

Humas PN Bengkalis, Ulwan Maluf, mengungkapkan bahwa Syahrul merupakan bagian dari jaringan narkoba yang dikendalikan oleh bandar besar bernama Mesri. Terdakwa berperan dalam menerima dan mendistribusikan narkotika jenis MDMA dan Mefedron dalam jumlah masif.

“Dalam delapan kali aksinya, Syahrul mengangkut narkotika dari Pantai Penampar Bengkalis ke Sei Pakning. Barang bukti yang disita dan dimusnahkan mencapai 80.000 butir pil ekstasi dengan berat 39,1 kg,” ungkap Ulwan, Jumat (7/3/2025).

Vonis seumur hidup ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, yang sebelumnya meminta hukuman mati bagi terdakwa. Namun, putusan ini tetap dianggap sebagai bentuk ketegasan dalam memberantas peredaran narkoba.

Syahrul diamankan petugas pada Rabu, 14 Februari 2024, di Pelabuhan Ro-Ro Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis. Saat itu, ia tertangkap membawa puluhan ribu butir pil ekstasi bersama dua rekannya, MA alias Arif dan AA alias Nan, yang menjalani proses hukum terpisah.

Menurut Ulwan, hukuman ini diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan narkotika dan menjadi peringatan bagi jaringan lainnya. Aparat penegak hukum disebut tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di Bengkalis.

“Putusan ini menegaskan bahwa negara tidak akan kompromi terhadap pelaku narkotika. Kita harus bersama-sama menyelamatkan generasi muda dari ancaman barang haram ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemdes Prapat Tunggal Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas LKD 2024

Kasus ini menjadi salah satu bukti bahwa jaringan narkotika masih aktif beroperasi di wilayah pesisir. Penegakan hukum yang tegas dan sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam memberantas peredaran narkoba.

Dengan vonis ini, Syahrul akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi. Sementara itu, aparat masih terus mendalami jaringan yang lebih luas guna memutus rantai distribusi narkotika di Bengkalis.

 

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Kasus Dana Desa Sukamaju, Dari Protes Warga ke Penyidikan Polisi

15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Penyidikan dugaan korupsi Dana Desa Sukamaju senilai Rp 241 juta di Kabupaten Bengkalis

INPEST Desak KKP Tunda Pembayaran Proyek Kampung Nelayan Bengkalis Rp 7,3 Miliar

5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pembangunan KNMP di Desa Kuala Alam, Bengkalis, yang disorot INPEST

HUT ke-81 TNI, Kapolres Bengkalis Serukan Soliditas TNI-Polri

5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kapolres Bengkalis bersama jajaran TNI, Polri dan Forkopimda dalam peringatan HUT ke-81 TNI

Mitra SPPG Sungai Alam Bagikan Masker ke 15 Sekolah

30 September 2026 - 16:42 WIB

Siswa sekolah penerima MBG mendapat bantuan masker dari Mitra SPPG Sungai Alam

Polda Riau Mutasi Kapolres Bengkalis

26 September 2026 - 13:23 WIB

AKBP Eko Rubiyanto menerima tongkat komando Kapolres Bengkalis dari AKBP Fahrian Saleh Siregar

Kementerian Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional Hoaks

25 September 2026 - 08:00 WIB

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo memastikan surat pemadaman internet nasional adalah hoaks.
Trending di Nasional