PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Penyetopan mobil angkutan Tandan Buah Sawit (TBS) melewati Jalan Delik yang dilakukan warga Dusun Delik, Desa Bantan Tua Kecamatan Bantan, Bengkalis Riau pada Minggu, 17 April 2022 lalu bukan tanpa alasan.
Untuk melihat kondisi lapangan, wartawan mencoba menuju ke dusun yang berpenduduk sekitar 50an Kepala Keluarga (KK) ini.
Beberapa menit masuk ke jalan ini, jalan terlihat mulai bergelombang. Tak lama selepasnya, halaman rumah warga terlihat digenangi air merah, air tanah gambut akibat hujan yang hanya beberapa jam mengguyur daerah ini, Senin (18/03/2022) pagi tadi.
Tak selang beberapa menit, air membanjiri jalan dengan kedalaman maksimal selutut orang dewasa. Beberapa sepeda motor bebek, mogok tidak bisa dihidupkan dan pemiliknya coba membersihkan busi motornya.
Tak jauh dari itu, beberapa anak-anak usia sekitar 4 tahun, usia SD dan SMP terlihat mandi dengan tawa keriangan.
Didapat informasi dari warga yang ditemui bermukim puluhan tahun di sana, selama ini belum pernah terjadi banjir seperti ini. Biasanya airnya tidak sedalam ini. Menurut warga, banjir terjadi akibat air kanal yang meluap. Daya tampung kanal tidak sesuai dengan debet air hujan yang turun, padahal hanya beberapa jam saja.
Meluapnya air kanal ini, menurut warga lain telah diwanti-wanti kepada pengelola kebun sawit yang jumlahnya ribuan hektar tersebut yang kurang merespon. Dikarenakan hal tersebut makanya terjadi penyetopan mobil angkutan mobil TBS.
Salah seorang warga, merasa sedikit kesal karena sewaktu aksi berlangsung pihak pengelola kebun tidak merespon.
“Paling tidak (pihak perusahaan) mengirim utusan untuk negosiasi, cuma terlihat hanya Kades, Kadus yang berunding dengan warga,” ujarnya.
Namun, hal ini terjawab saat pertemuan di Polsek Bantan pada minggu malam yang juga dihadiri pengelola kebun. Polsek Bantan mencoba menjembatani persoalan dengan memberikan solusi melalui kesepakatan di antara kedua belah pihak lewat pertemuan. Dan kesepakatan itu masih dibahas, untuk ditandatangani kedua belah pihak.
Tuntutan yang disampaikan warga dalam penyetopan dan pertemuan di Polsek, pertama adalah meminta akses jalan diperbaiki dan diperlebar, karena sewaktu mobil pick up berselisih jalan dengan sepeda motor, salah satu harus berhenti.
Tuntutan kedua tentang kanal yang baru dibuat yang tinggi airnya melebihi tinggi tanah masyarakat, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga jika tanggul jebol bisa menyebabkan banjir bandang sesuai dengan pernyataan sebagaimana banjir yang terjadi saat ini.
Hingga berita ini dimuat, belum didapat kabar solusi antara pengelola kebun dengan warga setempat.(ril)








