Prodesanews.com | BENGKALIS – Semangat kolektif warga Bengkalis dalam membumikan nilai-nilai Idul Adha tergambar jelas dalam pelaksanaan Pawai Takbir 1446 Hijriah. Ribuan warga tumpah ruah di ruas jalan utama kota, menyaksikan barisan peserta yang berpawai sambil mengumandangkan takbir.
Pawai ini dilepas oleh Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, yang didampingi Wakil Ketua II DPRD dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bengkalis.
Sebanyak 24 kelompok mengikuti pawai, terdiri atas 13 barisan dari kelurahan, desa, masjid, dan musala; 4 kelompok dari SMA dan MAN; 5 dari SMP; serta 2 dari perguruan tinggi. Mereka membawa obor, kompang, dan pengeras suara. Beberapa menampilkan miniatur Ka’bah, replika masjid, patung unta, hingga teatrikal bertema malaikat menghukum setan.
Rute pawai dimulai dari Lapangan Tugu di Jalan Ahmad Yani, melewati Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Hos Cokroaminoto, Hang Tuah, dan Pattimura, lalu kembali ke titik awal.
Kemeriahan pawai juga menarik perhatian tiga delegasi dari Jepang yang tergabung dalam Ube International Environmental Cooperative Association (Ube IECA). Mereka adalah Ihara Daisuke selaku Sekretaris Jenderal Ube IECA, Mayumi Takeshige dari Sekretariat Ube IECA, dan Taki Kitada sebagai penerjemah resmi lembaga tersebut.
Wakil Bupati Bagus Santoso mengatakan bahwa pelaksanaan pawai takbir merupakan bagian dari tradisi yang perlu terus dilestarikan. Menurut dia, semangat gotong royong warga menjadi fondasi utama terselenggaranya kegiatan secara tertib dan meriah.
“Dengan pawai takbir ini, kita membumikan nilai persatuan dan ukhuwah Islamiah di Negeri Junjungan,” ujarnya. Ia mengimbau agar peserta dan masyarakat menjaga ketertiban serta kekompakan dalam menjalankan tradisi tersebut.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemkab Bengkalis, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Semoga semangat gotong royong terus hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Bagus.
Kehadiran delegasi IECA ke Bengkalis sejak 2 Juni lalu membawa agenda kerja sama lingkungan. Mereka menawarkan proyek berbasis Education for Sustainable Development (ESD) atau Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Jepang.
Ube IECA adalah organisasi kerja sama internasional yang bergerak di bidang lingkungan dan telah menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis sejak 2008 dalam berbagai program pengelolaan dan pelestarian lingkungan.
[pnc/ril]








