Menu

Mode Gelap

Sorot · 11 Des 2025 12:15 WIB ·

KLH/BPLH Segel Tambang Bermasalah di Sumbar


 📸 KLH/BPLH menyegel lahan tambang bermasalah di Sumatera Barat untuk mencegah banjir dan longsor. Perbesar

📸 KLH/BPLH menyegel lahan tambang bermasalah di Sumatera Barat untuk mencegah banjir dan longsor.

Prodesanews.com | Padang – Banjir dan longsor yang menimpa permukiman di Sumatera Barat menyoroti risiko serius dari lahan tambang yang dibiarkan terbengkalai. Menanggapi kondisi ini, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menutup sementara sejumlah lokasi pertambangan yang berpotensi memicu bencana.

Tim pengawas KLH/BPLH bersama Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan menemukan bahwa banyak bukaan tambang tidak direklamasi dan minim pemantauan terhadap air larian. Kondisi ini mempercepat erosi dan menyebabkan aliran lumpur ke hilir, merusak lingkungan dan menggenangi permukiman warga.

Di beberapa lokasi, dokumen lingkungan resmi seperti AMDAL maupun izin lingkungan bahkan tidak tersedia, memperkuat dugaan ketidakpatuhan perusahaan terhadap aturan pengelolaan lingkungan. Temuan ini mendorong langkah tegas pemerintah untuk menekan risiko lebih lanjut.

“Keselamatan publik menjadi prioritas. Lahan tambang yang tidak terkelola bisa memicu bencana yang lebih parah,” tegas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (11/12/2025). Penyegelan bersifat sementara dan dapat dicabut jika perusahaan mampu menunjukkan bukti pengendalian erosi, drainase yang memadai, serta rencana reklamasi yang jelas.

Selain itu, KLH/BPLH memasang plang pengawasan publik sebagai peringatan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko. Warga di hilir kawasan tambang mengaku waspada setiap hujan deras datang. Pemerintah juga berencana mempublikasikan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut secara berkala, serta mengajak pemerintah daerah dan masyarakat terlibat dalam pemulihan kawasan rawan bencana.

Langkah tegas ini menjadi pengingat bahwa kepatuhan lingkungan bukan sekadar formalitas. Penataan yang baik dan pengawasan konsisten terhadap lahan tambang dapat mengurangi risiko bencana, melindungi warga, dan memastikan keberlanjutan wilayah.[ril]

Baca Juga:  PN Bengkalis Gelar Buka Bersama Bersama Anak Yatim, Janda dan Wartawan
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asap Karhutla Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali Daring

7 September 2026 - 08:00 WIB

Siswa mengikuti pembelajaran daring di Pekanbaru akibat kualitas udara tidak sehat.

Polisi Ungkap Dua Kasus Narkotika di Bengkalis, 15 Paket Sabu Disita

3 September 2026 - 11:25 WIB

Dua pria yang diamankan dalam pengungkapan dua kasus dugaan peredaran sabu di Bengkalis.

Bupati Kasmarni minta ICMI Bengkalis bawa gagasan ke lapangan

31 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni menghadiri pelantikan Pengurus ICMI Orda Bengkalis.

Kemenkes Kaji Usulan Pemkab Bengkalis Bangun RSUD Bukit Batu

27 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso saat audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan.

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO
Trending di Hukrim