Prodesanews.com | BENGKALIS – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis, Fakhtiar Qadri, S.Sos., M.AP., mengadakan reses masa sidang I tahun 2024/2025 sekaligus titik reses terakhir di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Kamis (20/12/2024). Acara tersebut berlangsung dari pukul 16.30 hingga 17.30 WIB dan dihadiri oleh tokoh masyarakat serta ratusan warga setempat.
Reses ini menjadi kesempatan penting bagi masyarakat Desa Pangkalan Batang untuk menjalin silaturahmi dan menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat. Acara dimulai dengan doa bersama, kemudian sambutan dari Ketua BPD, Heri, yang menegaskan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat, serta mengawasi jalannya pemerintahan desa. BPD bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Bengkalis untuk memastikan kebutuhan masyarakat diakomodasi dalam anggaran daerah.
“Kerja sama antara BPD dan DPRD sangat penting untuk pengelolaan kegiatan dan anggaran, sehingga program pembangunan desa dapat terwujud. Pemerintah desa dan BPD berkomitmen melanjutkan kolaborasi ini dengan DPRD Kabupaten Bengkalis untuk merealisasikan program yang mendukung kesejahteraan masyarakat desa,” tutupnya.

📸 Fakhtiar Qadri foto bersama masyarakat. (Ist)
Acara dilanjutkan dengan penyampaian dari Fakhtiar Qadri. Dalam sambutannya, Fakhtiar mengucapkan terima kasih dan memohon doa agar dapat menjalankan amanah sebagai anggota dewan dengan baik. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mengundang seluruh masyarakat akibat adanya pembatasan aturan. Fakhtiar menjelaskan bahwa reses dilakukan sebanyak 24 kali dalam satu tahun, dengan Desa Pangkalan Batang dan Pangkalan Batang Barat masing-masing mendapatkan dua kali kunjungan.
Politisi dari Partai Golkar ini mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Pangkalan Batang yang kompak, yang memungkinkan dia terpilih sebagai anggota dewan. Selain itu, Fakhtiar menekankan perannya di Komisi III DPRD dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM atau bantuan usaha, meskipun bukan dalam bentuk uang. “Kami fokus pada upaya yang dapat memberdayakan masyarakat secara langsung, bukan hanya sekadar pemberian dana,” tuturnya.
Selain itu, pria yang akrab di sapa ‘Ngah Tiar’ ini juga menyampaikan akan mengalokasikan dana 1,5 Miliar untuk desa pangkalan batang dan pangkalan batang barat.

📸 Ratusan masyarakat Desa Pangkalan Batang antusiasme menghadiri reses.(ist)
Antusiasme warga sangat tinggi ketika mereka menyampaikan berbagai harapan dan usulan selama sesi tanya jawab. Haris, seorang warga dari Dusun 1, menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan penerangan lampu jalan. Selain itu, Haris juga menyoroti masalah banjir yang sering melanda akibat pasang air, sehingga ia meminta agar dilakukan normalisasi sungai untuk mencegah kejadian tersebut di masa mendatang.
Di sisi lain, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Heri, juga menyampaikan aspirasi terkait masalah ekonomi masyarakat. Salah satu usulan yang diajukan adalah pengadaan mesin tenun yang diiringi dengan pelatihan bagi masyarakat, serta dalam bidang pertanian, terdapat permintaan untuk penyediaan bibit seperti sawit dan tanaman lainnya, kemudian dilanjutkan warga lainnya yang mengusulkan bantuan mesin jahit.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Fakhtiar Qadri menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. “Namun, ada catatan penting bahwa pengadaan alat tenun, mesin jahit dan bibit tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan harus melalui kelompok masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Fakhtiar menyarankan masyarakat segera mengajukan proposal dan berjanji akan berusaha membantu mengawal usulan tersebut sehingga mendapatkan perhatian dan dukungan dari pihak terkait.(ril)








