Menu

Mode Gelap

Sorot · 7 Jul 2025 13:00 WIB ·

Dorong Kemandirian Petani, Dinas TPHP Bengkalis Gulirkan Program Strategis DAK Non Fisik 2025


 📸 Dinas TPHP Bengkalis melaksanakan dua program strategis DAK Non Fisik 2025: Sekolah Lapang dan Layanan Operasional BPP untuk meningkatkan kapasitas petani secara berkelanjutan. Perbesar

📸 Dinas TPHP Bengkalis melaksanakan dua program strategis DAK Non Fisik 2025: Sekolah Lapang dan Layanan Operasional BPP untuk meningkatkan kapasitas petani secara berkelanjutan.

PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Kabupaten Bengkalis kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP), pemerintah daerah melaksanakan program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2025 yang dirancang untuk mengangkat kapasitas dan kemandirian para petani.

Dua program strategis menjadi fokus utama: Sekolah Lapang dan Layanan Operasional Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Keduanya digulirkan serentak melalui Bidang Penyuluhan Dinas TPHP dan menyasar seluruh kecamatan yang ada di Bengkalis.

Sekolah Lapang menjadi pendekatan utama dalam meningkatkan kapasitas petani. Sebanyak 110 kelompok tani dilibatkan dalam pembelajaran langsung di lahan pertanian mereka. Konsep yang diusung bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pendidikan partisipatif yang berbasis praktik. Petani diajak memahami dan memecahkan persoalan teknis langsung di lapangan, dalam suasana yang akrab dan aplikatif.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bengkalis, H. Tarmizi, menjelaskan bahwa program Sekolah Lapang telah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Tahap pertama telah menjangkau 11 kecamatan, dan saat ini kegiatan tengah berlangsung di Kecamatan Mandau.

“Setelah Mandau, program akan terus berlanjut ke Tahap II sesuai jadwal. Kami pastikan pelaksanaannya merata dan tepat sasaran,” ujar H. Tarmizi.

Tidak kalah penting, program Layanan Operasional BPP juga digencarkan. Seluruh 11 BPP di Kabupaten Bengkalis mendapat dukungan untuk memperkuat kelembagaan penyuluhan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian di tingkat tapak. Fokus utama program ini ialah memperkuat layanan teknis yang menunjang ketahanan pangan lokal, serta memastikan pendampingan petani berlangsung efektif.

Adi Zulhami, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas TPHP Bengkalis, menyebut bahwa pelaksanaan DAK Non Fisik ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sinergi ini, menurutnya, bukan hanya bentuk dukungan struktural, tetapi juga strategis dalam menghadapi tantangan dunia pertanian yang semakin kompleks.

Baca Juga:  BC Bengkalis Gagalkan 28 Ton Seludupan Buah Dan Bawang Asal Malaysia

“Dengan dua program ini, kami ingin mendorong petani menjadi lebih adaptif, produktif, dan berdaya saing. Sekaligus mengedepankan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” jelas Adi.

Program yang sudah berlangsung sejak Juni 2025 ini dijadwalkan akan berakhir pada Agustus mendatang. Selama tiga bulan penuh, petani dibina langsung oleh para penyuluh, tidak hanya dari sisi teknis budidaya, tetapi juga aspek manajemen usaha tani, efisiensi produksi, serta inovasi pemanfaatan sumber daya lokal.

Menurut Adi, kegiatan ini bukan semata rutinitas anggaran, tetapi investasi jangka panjang. “Kami ingin menciptakan petani yang bukan hanya bisa bertahan, tapi juga tumbuh menjadi pelaku utama pertanian modern di daerah,” katanya.

Di tengah tekanan perubahan iklim, fluktuasi harga hasil pertanian, dan tantangan regenerasi petani muda, program seperti ini menjadi krusial. Sekolah Lapang, dengan pendekatannya yang langsung dan aplikatif, dianggap mampu membentuk ekosistem pembelajaran yang adaptif. Sementara penguatan operasional BPP memperkokoh jejaring kelembagaan di tingkat lokal agar tetap tangguh menghadapi dinamika zaman.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap, melalui dua program strategis ini, akan tercipta pertanian lokal yang produktif, efisien, dan berdaya saing tinggi. Lebih dari itu, petani diharapkan tumbuh sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek intervensi kebijakan.

[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Sita 28,97 Kg Sabu dan 122.629 Ekstasi di Bengkalis

13 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti sabu, ekstasi, dan cartridge Etomidate hasil pengungkapan narkotika di Bengkalis.

DPRD Bengkalis Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban BPJS

11 Agustus 2026 - 12:30 WIB

DPRD Bengkalis membahas kewajiban pembayaran BPJS dan keberlanjutan kepesertaan JKN

Polisi Tangkap Empat Pria dalam Tiga Perkara Sabu di Bengkalis

8 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Polisi mengamankan tersangka dan barang bukti kasus dugaan sabu di Desa Bumbung, Bengkalis.

Pengembangan Kasus Ekstasi Antar Polisi Tangkap Tiga Pria di Mandau

7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Barang bukti sabu dan ekstasi yang disita Polsek Mandau dalam pengembangan kasus narkotika di Bengkalis.

Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan

5 Agustus 2026 - 14:58 WIB

DPO Kasus Narkotika Bengkalis Ditangkap

1 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Petugas Satres Narkoba Polres Bengkalis menunjukkan tiga terduga pelaku beserta barang bukti sabu hasil pengungkapan kasus narkotika di Bathin Solapan.
Trending di Hukrim