BENGKALIS — Meski prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan kondisi berawan dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bengkalis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem, terutama bagi nelayan dan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi cuaca di Bengkalis, Bantan, dan Bukit Batu pada Senin (27/10) berada pada kategori berawan dengan tingkat kelembapan antara 84 hingga 91 persen. Meskipun tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem, potensi perubahan cuaca secara tiba-tiba tetap perlu diwaspadai.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkalis, Drs. Sufandi, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait dampak cuaca ekstrem. Namun, pihaknya tetap menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga di wilayah rawan bencana.
“Saat ini belum ada laporan dari masyarakat tentang cuaca ekstrem, tapi kita menghimbau agar masyarakat tetap waspada, terutama yang berada di kawasan pesisir atau hendak melaut,” ujar Sufandi kepada wartawan, Senin (27/10).
Menurutnya, perubahan cuaca yang cepat, seperti angin kencang dan hujan mendadak, dapat membahayakan aktivitas nelayan di laut maupun warga di daerah rendah. Karena itu, koordinasi lintas wilayah terus dilakukan agar respons cepat dapat dilakukan bila terjadi kondisi darurat.
“Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan BPBD terhadap risiko perubahan cuaca ekstrem berupa persiapan di lapangan. Kita selalu berkoordinasi dengan tim yang ada di masing-masing posko, baik di tingkat kecamatan maupun desa,” tambahnya.
Sufandi juga menegaskan bahwa personel BPBD Bengkalis telah disiagakan untuk memantau potensi bencana, termasuk banjir rob, pohon tumbang, dan gelombang tinggi. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BMKG serta instansi terkait untuk memperbarui data prakiraan cuaca secara berkala.
BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan bila terjadi kejadian tidak biasa akibat cuaca, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan potensi kerugian akibat perubahan cuaca ekstrem di wilayah Bengkalis dapat diminimalisir.








