Prodesanews.com | Bengkalis – Tahun Baru Imlek 2573 yang jatuh pada tanggal 01 Februari 2022, merupakan tahun Macan Air berdasarkan zodiak Cina. Namun peringatan Imlek kali ini di Kelenteng Hok Ann Kiong, Jl Yos Sudarso Bengkalis tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dari pantauan di lokasi, hanya ada beberapa masyarakat terlihat mengenakan masker membawa sejumlah dupa yang menyala untuk melantunkan doa didepan altar dewa. Suasana penuh sesak sama sekali tidak terjadi.
Disinyalir, sepinya suasana ini lantaran virus Covid-19 masih belum hilang di Kabupaten Bengkalis. Sehingga banyak warga yang merayakan Imlek di rumah masing-masing.

foto : Pedagang Burung Pipit asal Palembang, Rolan.
Hal tersebut juga dirasakan penjual Burung Pipit di seberang Kelenteng bernama Rolan (43) asal dari Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Mereka harus pasrah dengan kondisi jualan yang sepi di Imlek tahun ini.
Rolan mengatakan, dia bersama tiga orang keluarganya berangkat dari Palembang sejak jumat lalu menaiki bis kota. Setibanya di daerah Simpang Perak menaiki mobil tumpangan pickup hingga tiba di Kota Bengkalis pada minggu malam.
“Saya dan tiga kerabat tiba ke bengkalis dengan membawa 2000 sampai 2500 ekor burung perorangnya,” ujarnya, Selasa (01/02/2022).
Ribuan burung burung itu dibelinya dari penangkap asal tempat tinggalnya seharga Rp 1.500 per ekor dan akan dijual dengan harga Rp 5000 per ekornya.
“Sejak hari minggu kemarin, saya mulai berjualan dan sampai hari ini baru seratus ekor saja yang terjual. Sangat terasa menurun omset kami dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum normal ini,” ucap Rolan sembari mengeluh akan pengeluaran makan serta penginapannya yang harus dikeluarkan selama di Bengkalis.
Diakuinya, sebagai pedagang tahunan menjualkan dagangan burung Pipit di saat perayaan Imlek di Kota Bengkalis dia berharap dagangan mereka dapat habis terjual agar secepatnya pulang.
“Kita berjualan disini sampai hari ke 6 Imlek dan semoga saja ada warga Thionghoa yang memborong burung burung dagangan kita ini, sebelum kita kembali pulang ke Palembang,” harapnya.*(Ril)








