PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Empat alumni vokasi dari pesisir Riau bersiap menempuh babak baru dalam dunia pendidikan global. Rozy Pratama, Nur’ain, Muhammad Rizki Ramadhan, dan Demastio Farizah—lulusan Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng)—berhasil diterima sebagai penerima beasiswa penuh untuk studi magister di Taiwan.
Keempatnya akan menempuh pendidikan pascasarjana di National Chung Hsing University melalui Program Civil Engineering International, dimulai pada September 2025. Mereka menjadi bagian dari skema beasiswa International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE), program unggulan Kementerian Pendidikan Taiwan yang dirancang khusus untuk mencetak tenaga profesional industri berkelas internasional.
INTENSE bukan sekadar menawarkan beasiswa, melainkan pengalaman pendidikan terpadu. Selama dua tahun, peserta menjalani perkuliahan dan pelatihan industri, sebelum memasuki masa magang berdurasi dua tahun di perusahaan mitra yang tergabung dalam program ini. Selain bebas biaya pendidikan, peserta juga mendapat dukungan dana dari pemerintah Taiwan, universitas, dan industri—menjadikannya salah satu program paling kompetitif di kawasan Asia Timur.
Bagi mahasiswa vokasi Indonesia, INTENSE menjadi jalur strategis untuk melanjutkan studi di luar negeri tanpa hambatan finansial. Namun, syaratnya selektif: skor TOEIC minimal 500, IPK di atas 3,0, status sebagai alumni lima tahun terakhir atau mahasiswa tingkat akhir, serta mengikuti pelatihan bahasa Mandarin sebanyak 60 sesi. Setelah lolos seleksi administrasi, pelamar diwajibkan mengikuti wawancara langsung dengan otoritas Taiwan. Pengumuman akhir dilakukan pada Juli 2025.
Di Indonesia, INTENSE difasilitasi oleh International Talent Circulation (INTACT) Base, bekerja sama dengan sejumlah politeknik dan universitas terapan, termasuk Polbeng. Melalui program ini, nama Bengkalis—yang selama ini jarang terdengar dalam peta pendidikan internasional—kini mencuat berkat keberhasilan empat alumninya menembus arena global.
Ketua Jurusan Teknik Sipil Polbeng, Hendra Saputra, menyambut pencapaian ini sebagai bukti nyata kualitas dan daya saing lulusan vokasi. Ia berharap para alumni dapat membawa pulang pengalaman internasional untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya di daerah.
“Semoga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi, riset, dan pembangunan infrastruktur di tanah air, khususnya di Provinsi Riau. Prestasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan meraih peluang studi lanjut di luar negeri,” ujar Hendra, Jum’at, 01 Agustus 2025.
INTENSE bukan semata jalur akademik, melainkan strategi mobilitas pendidikan tinggi yang menyatukan ruang kelas dan dunia kerja lintas negara. Di tengah ketatnya kompetisi global, Taiwan membangun jembatan baru melalui program ini—sebuah poros baru dalam dinamika beasiswa Asia Timur.
Bagi Indonesia, ini bukan hanya peluang, melainkan juga refleksi: bagaimana membenahi ekosistem vokasi agar mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri global. Dan bagi Rozy, Nur’ain, Rizki, serta Demastio, Taiwan bukan sekadar tujuan studi, melainkan awal perjalanan mereka sebagai duta vokasi Indonesia di panggung internasional.
[pnc/ril]








