Prodesanews.com | Pekanbaru — Pemerintah Provinsi Riau menata ulang Museum Sang Nila Utama untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, tanpa mengubah arsitektur rumah panggung khas Melayu yang menjadi simbol identitas budaya. Kepala UPT Museum Sang Nila Utama, Tengku Leni, menegaskan, bangunan museum adalah identitas budaya Melayu yang tidak boleh dihilangkan.
Revitalisasi difokuskan pada modernisasi ruang pamer dan penataan interior. Tengku Leni mengatakan, modernisasi dilakukan dari dalam dengan memadukan ornamen Melayu dan pendekatan pameran yang lebih sederhana serta informatif. “Tujuannya, agar pengunjung bisa menikmati koleksi dengan nyaman sekaligus memahami konteks sejarah,” kata Tengku Leni, Sabtu, 13 Desember 2025.
Perubahan mencakup penggunaan vitrin kedap udara generasi terbaru, lampu LED terarah, ventilasi dan jendela yang diperbarui, serta alur kunjungan yang lebih efisien. Langkah-langkah ini juga mendukung konservasi pasif koleksi.
Dari sisi konten, alur kuratorial disusun ulang dan label koleksi diperbarui dalam dua bahasa. Ditambahkan Tengku Leni, pihaknya ingin pengunjung memahami konteks sejarah dengan mudah, tanpa harus membaca teks panjang.
Museum juga menyiapkan media edukasi digital seperti layar interaktif, QR code, dan visual multimedia. “Teknologi ini penting agar museum tetap relevan bagi generasi muda,” ujar Tengku Leni.
Revitalisasi dirancang agar museum tampil modern dari dalam tanpa mengubah wajah luar. Identitas Melayu tetap menjadi fondasi, sementara ruang pamer disesuaikan dengan standar museum masa kini.[pnc/ril]








