Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 13 Des 2025 14:00 WIB ·

Meranti Siaga Cuaca Ekstrem hingga Akhir 2025


 📸 Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar. Perbesar

📸 Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar.

Prodesanews.com | Selat Panjang – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Desember 2025. Kebijakan ini diambil menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem akibat pembentukan siklon tropis di wilayah Sumatra, termasuk Riau.

BMKG menempatkan Kepulauan Meranti dalam kategori daerah dengan tingkat kerawanan tinggi. Ancaman yang diwaspadai meliputi banjir rob, genangan permukiman, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi yang berisiko mengganggu pelayaran dan keselamatan nelayan.

Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menegaskan penetapan status siaga dilakukan sebagai langkah mitigasi dini agar pemerintah tidak bergerak terlambat. “Kami tidak ingin menunggu sampai bencana terjadi. Seluruh perangkat daerah harus siaga dan bergerak sejak sekarang,” kata Asmar, Sabtu, 13 Desember 2025.

Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti memperkuat koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa. “BPBD harus berkoordinasi dengan TNI-Polri, camat, dan kepala desa untuk memetakan titik rawan serta memberi pemahaman kepada masyarakat,” ujar Asmar.

Sejak sepekan terakhir, BPBD mulai melakukan pemetaan intensif di wilayah berisiko tinggi, terutama Kecamatan Tebing Tinggi, Tebing Tinggi Timur, dan Rangsang Barat. Sejumlah desa pesisir yang sebelumnya terdampak banjir rob kembali masuk dalam daftar pengawasan prioritas.

Selain pemetaan, BPBD menyiapkan sarana dan prasarana darurat, mulai dari lokasi evakuasi, jalur penyelamatan, hingga skema distribusi bantuan. Koordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta pemerintah kecamatan diperkuat guna memastikan respons cepat dan terukur.

Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan dampak ekonomi di wilayah kepulauan. Gangguan aktivitas melaut dan pelayaran dapat menekan pendapatan nelayan, sementara banjir rob berulang berisiko merusak infrastruktur pesisir, menghambat distribusi barang, serta mengganggu perdagangan dan layanan dasar masyarakat.

Baca Juga:  Kalaksa BPBD Bengkalis Ikuti FGD Sadar Komunikasi Sadar Bencana Provinsi Riau

Pemerintah daerah mengimbau warga pesisir, khususnya nelayan, meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peringatan dini BMKG. Warga di kawasan rawan banjir juga diminta menyiapkan kebutuhan penting serta dokumen pribadi untuk memudahkan proses evakuasi apabila kondisi cuaca memburuk. [pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Bongkar Kasus Sabu di Rupat, 4 Orang Diciduk

16 April 2026 - 11:15 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti narkoba Rupat dalam Operasi Antik 2026

Pengedar Sabu Bernyanyi, Polisi Buru Bandar ke Sumbar

15 April 2026 - 20:20 WIB

Dua tersangka pengedar sabu Bathin Solapan berinisial S.T dan S.S saat diamankan di Mapolres Bengkalis.

Dapur Mewah di Atas Jalan Berlumpur

15 April 2026 - 16:52 WIB

Kendaraan Listrik Operasional MBG dan Ironi Guru di Jalan Lumpur

Elegansi Limbah di Panggung MTs Raudhatut Thullab Siak Kecil

15 April 2026 - 13:00 WIB

Siswa MTs Raudhatut Thullab mengenakan kostum dari barang bekas saat perayaan Milad MTs Raudhatut Thullab ke-36 di Bengkalis.

DPO Narkoba Diringkus, Pelarian LP Berakhir di Sel

15 April 2026 - 08:45 WIB

Penangkapan tersangka DPO narkoba Bathin Solapan berinisial LP oleh Tim Opsnal Polsek Mandau.

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Lintas Kabupaten di Bengkalis

15 April 2026 - 08:35 WIB

Tersangka pengedar narkoba RS beserta barang bukti sabu dan ganja di Mapolres Bengkalis.
Trending di Hukrim