Menu

Mode Gelap

Terkini · 23 Nov 2023 13:25 WIB ·

Kalaksa BPBD Bengkalis Ikuti FGD Sadar Komunikasi Sadar Bencana Provinsi Riau


 Pemapran FGD oleh narasumber Perbesar

Pemapran FGD oleh narasumber

PEKANBARU,PRODESANEWS.COM- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau melaksanakan Focus Group Discusioon (FGD) Strategi Komunikasi Sadar Bencana Melalui Penguatan Informasi 2023. Di Gedung Auditorium Lt 8 Menara Lancang Kuning Pekanbaru, Kamis (23/11/23).

Kalaksa BPBD kabupaten Bengkalis,Drs Sufandi dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan menghadiri kegiatan FGD tersebut bersama BMKG Pekanbaru, BASARNAS Pekanbaru, BPBD kabupaten/kota se Propinsi Riau, Forkompinda Propinsi Riau dan juga sivitas akademika universitas dan kampus di Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, M Edy Afrizal Menyebutkan Tak lepas dari tantangan yang terletak pada konsistensi kerjasama, soliditas, dan sinergi dalam kerangka multi-helix, sehingga pentingnya komunikasi terbuka untuk mengatasi kendala dan membangun solusi berkelanjutan.

Sebagai narasumber Abdul Muhari, PhD dari Pusdatinkom BNPB dengan judul Komunikasi Penanggulangan Bencana.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyebutkan sebanyak 1.862 bencana yang terjadi selama Januari-Juli 2023 disebabkan oleh faktor perbuatan manusia atau human made.

“Akar permasalahan bencana hidrometeorologi baik basah maupun kering itu akibat dari kerusakan lingkungan, dan bencana yang terjadi tidak lepas dari aktivitas manusia atau human made disaster,” kata Abdul Muhari

Ia mengatakan bencana akibat ulah manusia ini harus terus dievaluasi dan dilakukan mitigasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

“Di daerah hulu, kerusakan lingkungan terjadi akibat alih fungsi lahan, pembalakan dan penebangan liar, sedangkan di daerah hilir akibat arus urbanisasi yang diikuti pembetonan kota sehingga air tidak bisa meresap ke tanah,” ujar dia.

Berdasarkan data BNPB, penyumbang kejadian bencana paling tinggi di Indonesia sebagian besar dari Provinsi Aceh dan Sumatera Barat, dan memasuki musim kemarau pada Juli 2023 ini, secara historis ada tiga provinsi di Sumatera yang menjadi daerah dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup tinggi yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Penutupan Safari Ramadhan, Syaifullah Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat Serta Semua Pihak Yang Telibat

Adapun jenis kejadian bencana alam paling banyak hingga Senin (3/7) yakni banjir sebanyak 671 kasus, cuaca ekstrem 619 kasus, tanah longsor 329 kasus, dan karhutla 194 kasus.

“Bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor itu akibat human made,” kata Abdul Muhari.

Sedangkan untuk bencana hidrometeorologi kering seperti karhutla, menurut dia, juga diakibatkan oleh faktor manusia.

“Pembakaran itu dilakukan dini hari sampai subuh, di mana saat itu tidak ada petugas yang berpatroli, dan saat matahari sudah terbit, kawasan yang terbakar itu sudah meluas, sehingga menyebabkan dampak yang cukup besar,” tuturnya.

Ia mengatakan saat ini memang BNPB tidak bisa menekan kasusnya sampai nol, tetapi respons terhadap karhutla bisa dipercepat.

“Saat ini BNPB sudah menyiapkan helikopter water bombing yang cukup efektif saat kebakaran hutan belum meluas, sehingga batasan penjalaran api bisa dimatikan lebih dulu. Begitu (api) sudah tidak bergerak baru dibantu satgas daerah,” katanya.

Hal ini adalah dampak baik dari sinergi pemerintah pusat maupun daerah, baik lintas kementerian maupun pemda.

“Sinergi BNPB dan pemda, koordinasi tingkat OPD dan lintas kementerian sudah semakin rapi. Tim di lapangan seperti Manggala Agni dan Masyarakat Sadar Api sudah lebih cepat merespons kejadian di lapangan,” demikian Abdul Muhari.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Karhutla Bengkalis Meluas, 23,5 Hektare Lahan Terdampak

18 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Tim gabungan menangani karhutla di Kabupaten Bengkalis

Polisi Sita 28,97 Kg Sabu dan 122.629 Ekstasi di Bengkalis

13 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti sabu, ekstasi, dan cartridge Etomidate hasil pengungkapan narkotika di Bengkalis.

DPRD Bengkalis Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban BPJS

11 Agustus 2026 - 12:30 WIB

DPRD Bengkalis membahas kewajiban pembayaran BPJS dan keberlanjutan kepesertaan JKN

Polisi Tangkap Empat Pria dalam Tiga Perkara Sabu di Bengkalis

8 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Polisi mengamankan tersangka dan barang bukti kasus dugaan sabu di Desa Bumbung, Bengkalis.

Pengembangan Kasus Ekstasi Antar Polisi Tangkap Tiga Pria di Mandau

7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Barang bukti sabu dan ekstasi yang disita Polsek Mandau dalam pengembangan kasus narkotika di Bengkalis.

Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan

5 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Trending di Pendidikan