BENGKALIS – Pemerintah Desa Kembung Luar bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) serius menggarap program restorasi mangrove seluas 104,74 hektare dan perlindungan 693 hektare. Upaya ini tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga ditargetkan menjadi sumber ekonomi baru lewat pengembangan wisata berbasis mangrove.
Pemerintah Desa (Pemdes) Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Bengkalis, berkolaborasi dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk mewujudkan mimpi membangun wisata berkelanjutan berbasis mangrove.
Program ini meliputi restorasi mangrove seluas 104,74 hektare dan perlindungan kawasan seluas 693 hektare. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan bimbingan langsung dari tim YKAN.
Kepala Desa Kembung Luar, Jamaludin, menyebutkan program tersebut menjadi semangat baru bagi masyarakat desa pesisir untuk membangun potensi wisata dan menambah pendapatan ekonomi.
“Kami sangat bersyukur dengan keberadaan YKAN yang tidak hanya membimbing pelestarian mangrove, tetapi juga ikut membantu perekonomian masyarakat,” kata Jamaludin saat monitoring dan evaluasi program, Rabu (9/9/2025).
Restorasi mangrove yang sudah berjalan lebih dari delapan bulan ini mencakup perbaikan hidrologi parit primer dan sekunder, penyediaan bibit, penyiangan, hingga pelibatan pemangku kepentingan dan penyediaan sarana pendukung.
Direktur YKAN, Herlina Hartanto, menyampaikan terima kasih atas sambutan positif Pemerintah Desa Kembung Luar dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini juga mendorong kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
“Kami yakin mangrove dapat menjadi identitas masyarakat pesisir sekaligus sumber ekonomi. Namun kuncinya ada pada keseriusan warga dalam merawatnya,” ujar Herlina.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai pihak. Kepala UPT KPH Bengkalis Pulau, Muhammad Padli, serta Kepala UPT PSDKP Wilayah II Bengkalis, Eko Riswanto, menyatakan siap mendukung upaya pelestarian mangrove.
Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kembung Luar, Paizan, memaparkan manfaat program, baik sosial maupun ekonomi. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang ekowisata, eduwisata, hingga potensi perdagangan karbon.
Monitoring dan evaluasi lapangan dilakukan langsung oleh Direktur YKAN bersama tim, didampingi Kepala Desa Kembung Luar, Pj. Kepala Desa Teluk Pambang, dan Ketua LPHD Kembung Luar. Harapannya, Kembung Luar dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa pesisir lainnya.








