PRODESANEWS.COM | PEKANBARU – Saat ini ada seribu lebih anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, namun baru 600 wartawan yang telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sementara 800 anggota lainnya masih belum mengikuti UKW.
Hal tersebut diungkapkan Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang saat pembukaan UKW PWI Riau angkatan XXI di Hotel Ameera, Selasa (16/5/2023).
Zulmansyah Sekedang mengatakan, UKW adalah untuk memastikan bahwa peserta yang merupakan anggota PWI ini benar-benar wartawan.
“UKW ini untuk memastikan bahwa kawan-kawan yang ikut adalah wartawan, dan mengikuti ketentuan-ketentuan wartawan,” katanya.
Ketua PWI Riau juga menjelaskan, UKW angkatan XXI ini diikuti oleh 28 peserta, yang terdiri dari 22 peserta UKW Muda dan 6 peserta UKW Madya. Untuk UKW Muda dibagi menjadi 4 kelas dan UKW Madya 1 kelas. Namun saat pelaksanaan, hanya diikuti 25 peserta.
Ia berharap, bagi wartawan yang sudah lulus UKW, agar dapat mematuhi undang-undang pers dan kode etik jurnalistik.
“Yang sudah lulus, laksanakan profesi wartawan sesuai dengan undang-undang pers dan kode etik jurnalistik. Meski kawan-kawan sudah dianggap kompeten, namun kawan-kawan harus tetap berhati-hati,” pinta Zulmansyah Sekedang.
Pria yang akrab disapa Bang Zum ini mencontohkan, saat ini sudah banyak wartawan yang dipenjara lantaran tidak memerhatikan undang-undang pers dan kode etik jurnalistik. Karena itu, ia mengingatkan agar wartawan yang lulus kompetensi nanti agar bekerja sesuai ketentuan.
Untuk diketahui, kegiatan UKW itu resmi dibuka oleh Gubernur Riau yang diwakili Kadiskominfo Riau, Erisman Yahya.
Dalam penyampaiannya, Erisman Yahya mengatakan, saat ini banyak perusahaan media cetak maupun online langsung menunjukkan wartawannya tanpa membekali ilmu jurnalistik dan kode etik.
“Akibatnya, mereka bekerja secara otodidak dan kerap menemui masalah terkait dengan kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Erisman menilai bahwa uji kompetensi wartawan ini sangat penting bagi profesi wartawan. Menurutnya, UKW ini juga bermanfaat untuk publik. Karena mereka mendapatkan informasi dari wartawan yang telah kompeten.
Dengan UKW ini, Ia berharap media pemberitaan mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan sekaligus menjadi tameng masuknya informasi-informasi hoax yang mengganggu ketenangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan UKW PWI Riau angkatan XXI ini turut dihadiri spesialis dukungan bisnis SKK Migas Sumbagut Muhammad Rohadi, Perwakilan PHR Rinta Wati, Ketua KPID Riau Falzan Surahman, dan tim penguji UKW.(rls)








