Prodesanews.com | DUMAI, 19 Maret 2025 – Delegasi Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis, yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Sanusi, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perdagangan Kota Dumai. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem ekspor-impor serta mekanisme perdagangan internasional yang telah diterapkan di Kota Dumai. Fokus utama diskusi adalah strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta upaya penguatan kerja sama perdagangan antarwilayah.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Dumai, Kepala Bidang Perdagangan, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Anggota DPRD Bengkalis menyoroti pentingnya optimalisasi ekspor komoditas unggulan daerah. Kota Dumai menjadi contoh sukses dalam mengelola ekspor produk pertanian dan perkebunan, seperti kelapa sawit dan turunannya, serta hasil pertanian lainnya, termasuk talas, pakcoy, dan bunga kol.
Sanusi, selaku pimpinan delegasi, menegaskan bahwa Kabupaten Bengkalis memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar internasional. Hal ini didukung oleh letak geografisnya yang strategis, berdekatan dengan negara-negara seperti Malaysia dan Singapura. “Untuk itu, pemerintah daerah berupaya menyederhanakan regulasi dan memperbaiki sistem perdagangan agar pelaku UMKM dapat lebih mudah menembus pasar global,” ujarnya, Selasa (18/03/2025).
Disisi lain, perwakilan Dinas Perdagangan Kota Dumai menjelaskan mekanisme ekspor yang saat ini berlaku, termasuk penggunaan sistem daring melalui Kementerian Perdagangan untuk mengurus izin ekspor. Mereka juga menekankan pentingnya persyaratan seperti sertifikasi dari karantina pertanian, serta perlunya menjaga keberlanjutan pasokan agar perdagangan internasional dapat berjalan lancar.
Anggota DPRD Bengkalis juga menanyakan peluang ekspor untuk produk-produk tertentu, seperti sapu lidi, pisang, dan hasil perikanan. Dijelaskan bahwa keberhasilan ekspor bergantung pada ketersediaan mitra dagang di luar negeri (buyer) yang siap menyerap produk, serta kepastian pasokan yang konsisten dari pelaku usaha lokal.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD Bengkalis berencana memperkuat regulasi untuk mendukung UMKM melalui peraturan daerah yang sedang dalam tahap pengkajian. Tujuannya adalah menciptakan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha guna meningkatkan nilai ekspor, memperbesar pendapatan daerah, serta memacu pertumbuhan ekonomi di Bengkalis.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan harapan bahwa Kabupaten Bengkalis dapat mengadopsi praktik-praktik perdagangan yang telah sukses diterapkan di Kota Dumai. Dengan demikian, potensi ekspor daerah dapat terus berkembang, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan memperkuat posisi Bengkalis dalam kancah perdagangan internasional.[ril]








