Menu

Mode Gelap

Sorot · 10 Sep 2025 15:02 WIB ·

Desa Kembung Luar Wujudkan Wisata Mangrove Berkelanjutan


 Tim penanaman mangrove saat melakukan peninjauan hutan mangrove Perbesar

Tim penanaman mangrove saat melakukan peninjauan hutan mangrove

BENGKALIS – Pemerintah Desa Kembung Luar bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) serius menggarap program restorasi mangrove seluas 104,74 hektare dan perlindungan 693 hektare. Upaya ini tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga ditargetkan menjadi sumber ekonomi baru lewat pengembangan wisata berbasis mangrove.

Pemerintah Desa (Pemdes) Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Bengkalis, berkolaborasi dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk mewujudkan mimpi membangun wisata berkelanjutan berbasis mangrove.

Program ini meliputi restorasi mangrove seluas 104,74 hektare dan perlindungan kawasan seluas 693 hektare. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan bimbingan langsung dari tim YKAN.

Kepala Desa Kembung Luar, Jamaludin, menyebutkan program tersebut menjadi semangat baru bagi masyarakat desa pesisir untuk membangun potensi wisata dan menambah pendapatan ekonomi.

“Kami sangat bersyukur dengan keberadaan YKAN yang tidak hanya membimbing pelestarian mangrove, tetapi juga ikut membantu perekonomian masyarakat,” kata Jamaludin saat monitoring dan evaluasi program, Rabu (9/9/2025).

Restorasi mangrove yang sudah berjalan lebih dari delapan bulan ini mencakup perbaikan hidrologi parit primer dan sekunder, penyediaan bibit, penyiangan, hingga pelibatan pemangku kepentingan dan penyediaan sarana pendukung.

Direktur YKAN, Herlina Hartanto, menyampaikan terima kasih atas sambutan positif Pemerintah Desa Kembung Luar dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini juga mendorong kesadaran kolektif menjaga lingkungan.

“Kami yakin mangrove dapat menjadi identitas masyarakat pesisir sekaligus sumber ekonomi. Namun kuncinya ada pada keseriusan warga dalam merawatnya,” ujar Herlina.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai pihak. Kepala UPT KPH Bengkalis Pulau, Muhammad Padli, serta Kepala UPT PSDKP Wilayah II Bengkalis, Eko Riswanto, menyatakan siap mendukung upaya pelestarian mangrove.

Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kembung Luar, Paizan, memaparkan manfaat program, baik sosial maupun ekonomi. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang ekowisata, eduwisata, hingga potensi perdagangan karbon.

Baca Juga:  Salurkan BLT -DD, Kades Dasril Pesan Agar Dimanfaatkan Dengan Sebaik-baiknya

Monitoring dan evaluasi lapangan dilakukan langsung oleh Direktur YKAN bersama tim, didampingi Kepala Desa Kembung Luar, Pj. Kepala Desa Teluk Pambang, dan Ketua LPHD Kembung Luar. Harapannya, Kembung Luar dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa pesisir lainnya.

 

 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Terlibat Penggelapan dan Penadahan Sepeda Motor, Dua Pria Ditangkap

26 Juni 2026 - 16:45 WIB

Petugas Polres Bengkalis mengamankan sepeda motor Honda Beat Street dalam kasus dugaan penggelapan dan penadahan.

Kasus Sabu di Siak Kecil, Polisi Tangkap Dua Pria

26 Juni 2026 - 13:50 WIB

Petugas Polsek Siak Kecil menunjukkan barang bukti dalam pengungkapan kasus sabu di Bengkalis.

Kasmarni Dorong DPRD Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

22 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kasmarni menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Bengkalis.

NMAX Raib di Parkiran RSUD Bengkalis, Dua Terduga Pelaku Ditangkap

20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Polisi mengamankan pria dan wanita yang diduga mencuri Yamaha NMAX di Bengkalis.

Polisi Buru Pemasok Sabu Setelah Amankan Pria di Bengkalis

19 Juni 2026 - 08:44 WIB

Petugas Satresnarkoba Polres Bengkalis mengamankan terduga pelaku narkotika di Jalan Sri Pulau.

Berawal dari Semunai, Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Kandis

18 Juni 2026 - 10:10 WIB

Polisi mengamankan tiga tersangka dalam kasus peredaran sabu di Kecamatan Kandis.
Trending di Hukrim