Prodesanews.com | Bengkalis – Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat pendampingan usaha perikanan di wilayah pesisir. Upaya ini diarahkan agar program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan, tetapi memberi dampak nyata bagi pelaku utama perikanan.
Langkah tersebut merujuk pada hasil koordinasi antara penyuluh perikanan dan Dinas Perikanan Bengkalis yang digelar pada Jumat, 12 Desember 2025 lalu, di Aula Rapat Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis. Dalam pertemuan itu, penyuluh memaparkan capaian pendampingan sekaligus menginventarisasi kendala yang masih dihadapi nelayan dan pembudidaya ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir, mengatakan sektor perikanan daerah masih memiliki ruang pengembangan yang luas jika dikelola secara terarah. Potensi perikanan tangkap, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran dinilai dapat dikembangkan sebagai usaha skala kecil dan menengah dengan kebutuhan modal relatif terjangkau.
Menurut Azmir, pengembangan usaha perikanan perlu disesuaikan dengan karakter wilayah pesisir Bengkalis agar berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Salah satu peluang yang dinilai realistis adalah budidaya udang vanamei skala UMKM yang memanfaatkan keunggulan geografis daerah.
“Kita harus mendorong usaha perikanan yang realistis dan sesuai dengan kondisi daerah, sehingga benar-benar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir,” kata Azmir.
Ia juga menekankan peran penyuluh perikanan tidak hanya sebagai penyampai program, tetapi sebagai pendamping usaha. Penyuluh diharapkan mampu menyusun analisis kelayakan dan peta peluang bisnis agar usaha pelaku perikanan dapat tumbuh stabil dan berdaya saing.
Sejalan dengan itu, jajaran kepala bidang di lingkungan Dinas Perikanan Bengkalis menekankan pentingnya keselarasan pendataan pelaku usaha, pembinaan, serta pelaksanaan kegiatan lapangan agar sejalan dengan kebijakan daerah.
Dalam koordinasi tersebut, penyuluh perikanan turut menyampaikan program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2025, yakni Kampung Nelayan Merah Putih, yang diarahkan untuk mengembangkan sentra nelayan melalui penyediaan sarana produksi dan fasilitas pendukung.
Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis memastikan hasil koordinasi ini akan ditindaklanjuti melalui penguatan kegiatan penyuluhan dan kerja lintas sektor agar pembangunan perikanan daerah berjalan lebih terarah dan memberi dampak nyata.[pnc/ril]








