Menu

Mode Gelap

Sorot · 19 Feb 2023 18:53 WIB ·

Bedah Kepemimpinan Nasional dari Non Jawa, Direktur Sijari: Bukan Menyenggol Persoalan SARA


 Bedah Kepemimpinan Nasional dari Non Jawa, Direktur Sijari: Bukan Menyenggol Persoalan SARA Perbesar

PRODESANEWS.COM | PEKANBARU – Simpul Jaringan Riau (Sijari), WA Grup Suara Riau, SMSI Riau, dan Perfekto menggelar diskusi bertajuk “Kepemimpinan Nasional Non Jawa, Bisakah?” di Wareh Kupie Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Sabtu (18/2/2023).

Berbagai pertanyaan mengemuka saat diskusi ini berlangsung, yang menarik diantaranya, “Banyak politisi kawakan yang dinilai memiliki kualitas yang baik, kapabilitas yang cukup, dan kredibilitas yang mumpuni dari kalangan tokoh-tokoh nasional non Jawa. Tapi, kenapa belum mampu merebut puncak kepemimpinan nasional?”

Direktur Sijari Ricky Rahmadia yang membacakan sambutan CEO Perfekto Amir Faisal menyebut, sejumlah nama seperti HM Jusuf Kalla, Surya Paloh, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir sebagai pemimpin yang dinilai memiliki kapabilitas, kredibilitas, dan mumpuni.

“Mereka juga didukung kekuatan finansial, dan merupakan tokoh-tokoh yang layak menjadi calon pemimpin nasional,” ujar Ricky yang juga admin WA Group Suara Riau itu.

Namun, apa kendala, peluang, dan hambatan bagi tokoh-tokoh dimaksud untuk bisa mencapai tampuk kepemimpinan nasional, “Itu yang menjadi (bahan) diskusi kali ini,” timpalnya.

Menurut Ricky, diskusi ini digelar untuk memperkaya literasi pada ruang-ruang publik. Diskusi sehat merupakan olahraga otak terbaik.

“Diskusi ini bukan untuk menyenggol persoalan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA), kesukuan atau ketidaksukaan kepada suku Jawa, namun lebih kepada pembedahan persoalan yang memang hadir dan terjadi secara realita dalam ruang politik kita,” tambahnya.

Ricky mengakui, judul diskusi memang seakan rasis, tetapi maksudnya tidak demikian. “Judul memang dibuat agak menyentil, dimaksudkan untuk menarik daya minat diskusi,” terangnya lagi.

Diskusi kali ini berjalan dengan alot dan seru, banyak silang pendapat mempersoalkan materi diskusi, dan tanya jawab pun berlangsung dengan hangat.

Baca Juga:  FBPD se Kecamatan Bengkalis Gelar Acara Silaturahmi di Desa Pangkalan Batang

Dari berbagai silang pendapat dan jawaban pemateri, disimpulkan untuk saat ini kepemimpinan nasional masih sulit untuk ditembus oleh tokoh non Jawa dengan sistem demokrasi yang diterapkan saat ini, walaupun tokoh-tokoh non Jawa dimaksud memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup, dan finansial yang kuat.

Forum diskusi sependapat dengan pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan dan Menteri BUMN Erick Thohir, yang mengungkapkan bahwa kepemimpinan nasional di 2024 (melalui proses politik Pemilu 2024) masih warga negara Indonesia dari kalangan suku Jawa.

“Untuk ke depannya mungkin saja bisa tokoh non Jawa masuk dalam putaran pemimpin nasional, tentu dengan perbaikan kualitas demokrasi dan kualitas pendidikan dan pendapatan masyarakat,” demikian pernyataan yang mengemuka.

“Karena seharusnya kepemimpinan nasional berbicara tentang kapasitas dan kapabilitas, maka perbaikan demokrasi, perbaikan pendapatan dan pendidikan perlu dilakukan,” tambah pernyataan itu.

Sebelumnya ketika sesi pembukaan, panitia penyelenggara Novrizon Burman yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau, mengatakan diskusi ini untuk menyambut pagelaran Pemilu 2024 yang sudah mulai menghangat.

“Diperlukan ruang-ruang diskusi yang sehat untuk membedah banyak persoalan berbangsa. Dengan duduk berdiskusi kita ikut terlibat mencerdaskan ruang publik dari berbagai pendapat yang ada,” katanya.

Diskusi ini juga menghadirkan pembicara, diantaranya Zulmansyah Sekedang, tokoh pers dan juga calon Ketua Umum PWI Pusat; kemudian Victor Butar-butar, tokoh Batak Riau yang juga pengamat ekonomi, dan pengamat politik; akademisi dari Universitas Riau Dr. Panca Setyo Prihatin, S.Ip, M.Si.; dipandu Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Susqa, Muammar Alkhadafi, S.Sos, M.Si.

Sejumlah tokoh masyarakat seperti Dr Drh Chaidir MM, ketua-ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM), perwakilian organisasi mahasiswa, para aktivis Riau, pengamat politik, dan penggiat survei juga tampak hadir.

Baca Juga:  Hari Ini, Pelayanan SIM Baru Resmi Diberlakukan Di Bengkalis

Moderator diskusi, Muammar Alkhadafi yang menutup acara ini sedikit agak menyentil dengan menyebutkan posisi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah diduduki Erick Thohir yang non Jawa.

“Semoga posisi kepemimpinan nasional lainnya juga bisa diisi (oleh tokoh nasional,” ucapnya singkat.(ril)

Artikel ini telah dibaca 135 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Terlibat Penggelapan dan Penadahan Sepeda Motor, Dua Pria Ditangkap

26 Juni 2026 - 16:45 WIB

Petugas Polres Bengkalis mengamankan sepeda motor Honda Beat Street dalam kasus dugaan penggelapan dan penadahan.

Kasus Sabu di Siak Kecil, Polisi Tangkap Dua Pria

26 Juni 2026 - 13:50 WIB

Petugas Polsek Siak Kecil menunjukkan barang bukti dalam pengungkapan kasus sabu di Bengkalis.

Kasmarni Dorong DPRD Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

22 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kasmarni menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Bengkalis.

NMAX Raib di Parkiran RSUD Bengkalis, Dua Terduga Pelaku Ditangkap

20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Polisi mengamankan pria dan wanita yang diduga mencuri Yamaha NMAX di Bengkalis.

Polisi Buru Pemasok Sabu Setelah Amankan Pria di Bengkalis

19 Juni 2026 - 08:44 WIB

Petugas Satresnarkoba Polres Bengkalis mengamankan terduga pelaku narkotika di Jalan Sri Pulau.

Berawal dari Semunai, Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Kandis

18 Juni 2026 - 10:10 WIB

Polisi mengamankan tiga tersangka dalam kasus peredaran sabu di Kecamatan Kandis.
Trending di Hukrim