PRODESANEWS.COM | PEKANBARU – Unit Pelayanan Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Kuantan Singingi (Kuansing), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemprov Riau mengamankan 2 Unit alat berat di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), wilayah Siabu Kabupaten Kuansing, Riau. Sementara 2 operator alat dan para pekerja sudah lebih dulu melarikan diri.
“Penangkapan siang tadi jam 12 saat salat Jumat, kami menemukan 2 alat berat di lokasi HPT. Tapi operatornya sudah kabur,” ujar Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kuansing, Abriman Jum’at (22/07/2022).
Abriman menjelaskan, awalnya dia mendapat informasi adanya perambahan hutan itu pada Kamis, 21 Juli 2022 sore kemarin. Lalu Jum’at pagi sekitar pukul 10.00 Wib, Ia dan sejumlah personel lainnya langsung berangkat ke lokasi.
“Setelah sampai, hanya 2 alat berat merk Sudimacho dan Cat yang ditemukan, operatornya sudah kabur duluan,” ucapnya.
Saat ini, Abriman mengaku sedang menunggu mobil truck untuk mengangkut kedua alat berat tersebut. Ia juga akan menyelidiki siapa pemilik alat dan akan menangkap cukongnya.
“Mereka ini sudah membabat 50 hektare HPT tersebut, kita cari pemilik alat beratnya,” kata Abriman .
Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengapresiasi kinerja anak buahnya. Gubri meminta anak buahnya untuk serius mengusut otak pelaku perambahan hutan tersebut.
“Alhamdulillah saya apresiasi dan monitor laporan kinerja mereka, saya menginstruksikan kepada Dinas LHK [Lingkungan Hidup dan Kehutanan] dan Polhut agar menindak pelaku perambah hutan,” ujar Syamsuar di Pekanbaru.
Sebelumnya, KPH Kuansing Dinas LHK Riau juga telah mengamankan satu unit alat berat diduga melakukan perambahan kawasan hutan di wilayah hukum KPH Kuansing, dan saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan.(*)








