Jangkang, – Pemerintah Desa Jangkang menggelar kegiatan Sosialisasi Perhutanan Sosial untuk Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Secara Lestari. Acara yang berlangsung di balai pertemuan kantor kepala desa ini dihadiri oleh masyarakat setempat, Pendamping BGRGM, Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR), Minggu, (17/11).
Penjabat Kepala Desa (Pj) Jangkang, Juminah, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan hutan secara berkelanjutan. “Pemerintah Desa Jangkang mendukung penuh inisiatif ini dengan harapan masyarakat dapat memanfaatkan hutan tanpa merusak kelestariannya,” ujar Pj. Kades.
Pj. Kades Jangkang berharap hasil dari kegiatan ini dapat segera diterapkan. “Kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak agar pengelolaan hutan di Desa Jangkang menjadi contoh bagi desa lain,” tegasnya.
Acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat peduli lingkungan. Dalam diskusi yang digelar, berbagai peluang pemanfaatan hasil hutan non-kayu, seperti madu, rotan, dan tanaman obat, dibahas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem.
Narasumber dari Pendamping BRGM Pusat Irwan dalam paparannya menekankan pentingnya program perhutanan sosial sebagai solusi konflik tenurial di kawasan hutan. Program ini memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan secara bertanggung jawab sesuai prinsip keberlanjutan.
“Tentunya sesuai prosedur dan aturan dari pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, pegiat lingkungan merupakan Jaringan Masyarakat Gambut Riau melalui perwakilannya turut menyampaikan pandangan mereka mengenai ancaman perubahan iklim dan pentingnya menanam pohon sebagai bentuk mitigasi. “Hutan adalah aset masa depan yang harus kita jaga bersama,” ujar salah satu pegiat lingkungan dalam sesi diskusi.
Antusiasme masyarakat tampak dari kehadiran puluhan peserta yang aktif memberikan pertanyaan dan gagasan terkait pengelolaan hutan di desa mereka. Beberapa warga juga menyampaikan harapan agar program ini dilanjutkan dengan pendampingan teknis dari pihak terkait.
Salah satu tantangan yang diangkat adalah kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap aturan pemanfaatan hutan. Untuk itu, pemerintah desa berjanji akan menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Program perhutanan sosial diyakini tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif, program ini diharapkan mampu menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam.
Acara yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga hutan Desa Jangkang sebagai warisan untuk generasi mendatang.








