Prodesanews.com | PEKANBARU – Wakil Kepala Polres Kuantan Singingi, Komisaris Polisi Novaldi, menjadi korban penabrakan saat membubarkan aksi balap liar pada Sabtu malam, 17 Mei 2025. Ia kini dirawat di Rumah Sakit Prima, Pekanbaru.
Kepala Kepolisian Daerah Riau, Inspektur Jenderal Herry Heryawan, menjenguk Novaldi pada Ahad (18/5). Dalam kunjungan itu, Herry menyampaikan keprihatinan dan apresiasi atas keberanian Novaldi yang saat itu tengah menjalankan tugas menjaga ketertiban masyarakat.
“Kami sangat prihatin atas insiden ini. Apa yang dialami beliau merupakan bukti nyata risiko yang dihadapi setiap anggota kami di lapangan. Kami doakan beliau segera pulih, dan kami pastikan pelaku akan diproses secara hukum,” ujar Herry.
Ia menegaskan, balap liar adalah pelanggaran serius yang membahayakan pelaku, masyarakat, dan petugas kepolisian. Polda Riau, kata Herry, akan bertindak tegas terhadap aksi ugal-ugalan di jalan.
“Jalan raya bukan sirkuit. Siapa pun yang membahayakan keselamatan umum akan kami tindak. Tidak ada toleransi bagi pelaku balap liar yang bersikap brutal dan melawan petugas,” katanya.
Meski menekankan penindakan, Herry juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menjadikan balap liar sebagai bentuk ekspresi. Ia membuka ruang dialog guna mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan menyediakan wadah resmi bagi hobi otomotif yang positif dan terarah.
“Kami tidak menutup mata terhadap potensi anak muda di bidang otomotif. Tapi itu harus disalurkan di tempat yang tepat, bukan di jalan umum. Mari kita jaga keselamatan bersama,” ucapnya.
Usai menjenguk, Herry memberikan dukungan kepada keluarga dan tim medis yang merawat Novaldi, serta memastikan seluruh kebutuhan perawatan terpenuhi dengan baik.[ril]








