Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Des 2025 09:00 WIB ·

Ucapan Tito soal Bantuan Malaysia Picu Reaksi Warganet


 📸 Mendagri Tito Karnavian. (Sumber: Google) Perbesar

📸 Mendagri Tito Karnavian. (Sumber: Google)

Prodesanews.com | Jakarta, 18 Desember 2025 — Pernyataan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengenai kecilnya nilai bantuan Malaysia untuk korban banjir bandang di Aceh kembali memantik polemik lintas negara. Potongan ucapannya yang beredar luas di media sosial memicu kritik warganet Malaysia, lalu mendapat respons serupa dari publik di dalam negeri.

Ucapan itu berasal dari perbincangan Tito dalam siniar Helmy Yahya Bicara yang kembali ramai dibagikan warganet dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi pertanyaan soal kemungkinan penetapan status bencana nasional, Tito menyatakan pemerintah Indonesia masih mampu menangani dampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tanpa harus bergantung pada bantuan asing.

Tito menjelaskan, bantuan dari luar negeri tetap dimungkinkan melalui mekanisme Kementerian Luar Negeri dan dinilai berdasarkan urgensi serta manfaatnya. Namun, ia mengingatkan agar bantuan dengan nilai relatif kecil tidak diekspos berlebihan karena berpotensi menimbulkan persepsi keliru mengenai kapasitas negara dalam menangani bencana.

Dalam pernyataannya, Tito menyinggung bantuan obat-obatan dari Malaysia untuk korban banjir di Aceh yang disebut bernilai di bawah Rp1 miliar. Ia membandingkan angka tersebut dengan kemampuan anggaran pemerintah Indonesia yang dinilai jauh lebih besar untuk penanganan bencana.

Pernyataan itu menuai kritik warganet Malaysia. Sejumlah komentar yang dikutip South China Morning Post menilai bantuan kemanusiaan tidak semestinya diukur dari besar kecilnya nilai. Bagi mereka, esensi bantuan adalah solidaritas dan upaya meringankan beban korban, bukan soal nominal.

Kritik juga datang dari warga Malaysia bernama Azral Rahim yang mempertanyakan sensitivitas pernyataan tersebut. “Sangat sulitkah bagi dia untuk mengucapkan terima kasih?” tulis Azral. Kemudian, seorang pengguna Threads dengan akun @ejatjot bahkan meminta Tito untuk dilarang menginjakkan kaki di Malaysia karena dianggap menyinggung nilai kemanusiaan dan hubungan antarwarga kedua negara.

Baca Juga:  Operasi Ketupat Lancang Kuning 2022 Berakhir, Kasus Kriminal dan Laka Lantas Menurun

Reaksi dari Malaysia itu bergema di dalam negeri. Sejumlah warganet Indonesia menilai pernyataan Tito kurang empatik dan tidak relevan di tengah situasi darurat. Mereka mengingatkan bahwa fokus utama penanganan bencana seharusnya tetap pada keselamatan korban, percepatan evakuasi, dan pemulihan wilayah terdampak.

Polemik ini muncul di tengah perbedaan sikap pejabat negara terkait bantuan asing. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan Indonesia belum membutuhkan bantuan internasional, sementara Pemerintah Aceh menyatakan tetap terbuka menerima bantuan dari pihak mana pun selama dibutuhkan.

Perbedaan pendekatan tersebut kembali menyoroti pentingnya komunikasi pemerintah dalam situasi krisis. Pernyataan pejabat publik tidak hanya dibaca sebagai sikap administratif, tetapi juga sebagai cerminan empati, kepekaan sosial, dan etika diplomasi regional.[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kadus di Bengkalis Kembali Terjerat Kasus Narkotika

9 Juni 2026 - 14:24 WIB

Petugas Satresnarkoba Polres Bengkalis saat melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka kasus narkotika di Mapolres Bengkalis.

Polisi Sita 86 Gram Sabu dalam Penangkapan di Kelapapati

9 Juni 2026 - 10:20 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti sabu seberat 86,29 gram yang disita dalam pengungkapan kasus narkotika di Desa Kelapapati, Bengkalis.

Kasmarni Ancam Sanksi Tegas Kepala Sekolah Terlibat Pungli PPDB

8 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kasmarni melantik 215 kepala sekolah dan menegaskan larangan Pungli PPDB di Bengkalis.

Pengendalian Korupsi Bengkalis Jadi Sorotan, Kasmarni Minta Perbaikan

8 Juni 2026 - 14:10 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni membuka Asistensi Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) Tahun 2026 di Kantor Bupati Bengkalis.

Kasmarni Dukung MoU Perlindungan Hukum Guru di Bengkalis

8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni menyaksikan penandatanganan MoU perlindungan hukum guru antara PGRI Kabupaten Bengkalis dan Polres Bengkalis.

Sekda Minta Satgas Perkuat Deteksi Dini Karhutla Bengkalis

4 Juni 2026 - 10:20 WIB

Sekda Bengkalis Ersan Saputra memeriksa peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan saat apel kesiapsiagaan tahun 2026.
Trending di Pemerintah Daerah