Prodesanews.com | RIAU – Sebuah truk pengangkut penumpang terjun ke Sungai Segati, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Sabtu (22/2) pukul 11.00 WIB. Kecelakaan ini menewaskan 15 orang, termasuk anak-anak dan sopir, sementara 17 penumpang lainnya selamat.
Truk jenis Colt Diesel milik PT Empat Ras Bersaudara (ERB), subkontraktor PT Nusa Wana Raya (NWR), itu diketahui mengangkut 32 orang penumpang. Kendaraan ini telah dimodifikasi dengan bangku di bak belakang serta atap besi. Saat melintasi jalan poros perusahaan, truk tiba-tiba menabrak dinding jembatan besi sebelum jatuh ke sungai.
Dugaan awal menyebutkan bahwa sopir, Maranata Zendrato (33), mengantuk saat mengemudi, menyebabkan truk kehilangan kendali. Ia ditemukan tewas di dalam kabin kendaraan yang tenggelam di dasar sungai. Posisi pintu bak yang tertutup diduga menyulitkan penumpang keluar saat kejadian.
Tim gabungan dari Brimob, Basarnas, Polres Pelalawan, BPBD, dan PT NWR langsung melakukan operasi pencarian. Setelah tiga hari pencarian, seluruh korban yang sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan.
Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, menegaskan bahwa pihak perusahaan harus bertanggung jawab atas insiden ini. “Saya minta perusahaan tidak hanya memberikan pertolongan awal, tetapi juga memastikan pemulihan bagi para korban,” ujar Iqbal, Senin (24/2). Ia juga meminta perusahaan mengurus biaya pengobatan korban selamat serta asuransi bagi keluarga korban meninggal.
Korban meninggal dunia terdiri dari enam anak-anak dan sembilan orang dewasa. Mereka adalah Maranata Zendrato (33), Triyanti Hia (3), Key (4), Mei Putri Cahaya Lase (4), Solina Waruwu (30), Yanuarman Hulu (3), Yusmidar Zendrato (38), Yasani Zebua (32), Setia Murni Wati Laia (31), Eferius Hia (36), Wildan Zebuah (5), Ciras Natalia (6), Noel (7), Arman Mendrofa (7), dan Aknel (7). Seluruhnya merupakan warga barak karyawan PT ERB di Desa Segati.
Sementara itu, 17 penumpang yang berhasil selamat, Dameria Laoli (34), Yantonius Hulu (23), Taogomano Mendrofa (46), Jelisman Mendrofa (22), Arkian Zebua (28), Efriniwati Zai (24), Otonius Hulu (27), Yerniati Lahagu (26), Novayanti Lase (31), Febri (7), Fentis (6), Wian (7), Julius Hulu (23), Boala (25), Budiman Hulu (35), Roslina Nduru (43), dan Melianus Hulu (26).
Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan transportasi pekerja di sektor industri, terutama di daerah terpencil. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta memastikan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.(ril)








