PRODESANEWS COM | BENGKALIS – PT Pertamina Power Indonesia akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 17 Megawatt (MW) di Duri, Kabupaten Bengkalis untuk oprasional di wilayah kerja Pertamina. Yang mana penggunaan listrik internal berbahan bakar fosil akan dialihkan ke energi terbarukan.
PLTS berkapasitas 17 MW ini merupakan terbesar di Pulau Sumatera yang dibangun PT Pertamina Power Indonesia sebagai Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE).
Hal tersebut disampaikan Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, saat audiensi bersama Bupati Bengkalis diwakili Wabup Bagus Santoso di ruang rapat Wabup, Kantor Bupati Bengkalis. Rabu (12/10/2022).
Dicky mengatakan, transisi energi bukan merupakan ancaman. Melainkan upaya dalam menekan risiko pemanasan global yang berpotensi mengancam kehidupan yang layak di masa mendatang. Transisi energi adalah jalan menuju transformasi sektor energi global menjadi nol-karbon.
Sambungnya, transisi energi juga menjadi salah satu topik utama yang diangkat dalam presidensi G20 Indonesia, yang mana menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukan kepada dunia atas dukungan terhadap transisi energi yang dapat dilihat lewat prototipe dan dukungan finansialnya, sehingga dapat direplikasikan dalam sejumlah program sejenis lainnya.
“Mohon dukungannya kepada Pemkab Bengkalis untuk daerah ini sebagai salah satu wilayah yang memiliki komitmen terhadap energi baru, karena di Kabupaten Bengkalis yang terbesar di Pulau Sumatera, dari ujung Aceh sampai ujung Lampung belum ada yang sampai 17 MW,” ujar Dicky didampingi Technical & Engineering Andi Erlangga Wibowo.

Sementara itu, Wabup Bagus Santoso mengatakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendukung dan siap mensukseskan transisi energi sebagai bentuk kesadaran untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global.
“Pertamina memiliki sejarah yang baik dengan Pemerintah Daerah Bengkalis, selalu membantu keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga hubungan baik itu menjadi satu langkah kita membangun Kabuapten Bengkalis,” ucap Bagus Santoso.
Oleh karena itu lanjut Wabup, pelaksanaan pembangunan PLTS di Negeri Junjungan oleh PT Pertamina Power Indonesia harus melibatkan kabinet Kasmarni Bagus Santoso (KBS).
“Terus jalin koordinasi yang baik bersama Pemkab Bengkalis, agar kami juga terlibat mengetahui perkembangan dan hambatannya sejauh mana. Karena kami juga ingin mengawal apa apa yang di bangun di daerah ini,” pungkasnya.
Turut hadir dalam audiensi tersesebut Kepala Dinas Kominfotik Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, Kepala Dinas Perindag Zulpan, Sekretaris BPKAD Freddy Antoni, Kepala Bidang Perekonomian Dan Sumberdaya Alam Syarifuddin, Camat Bantan Muthu Saily, Camat Bengkalis Ade Suwirman.
Selanjutnya Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Kahiri Fahrizal, Kabag Kerjasama Dian rahmadani, Kabag Sumber Daya Alam Salman Alfarisi, Analis Hukum Bagian Hukum Wahyudi, Kepala Desa Wonosari Suswanto, Lurah Kota Bengkalis Rizki Subagia Effendi, Lurah Rimba Sekampung Halimahtusadiah serta Lurah Damon Siti Nikmatul Fitri.(ril)








