Prodesanews.com | Bengkalis – Upaya S, 23 tahun menghindar dari sergap petugas berakhir sia-sia. Pemuda ini tak berkutik saat tim Opsnal Polsek Rupat Utara mencegatnya di Jalan Pahlawan, Desa Kadur, Selasa sore, 28 April 2026. Alih-alih lolos, aksi nekatnya melempar barang bukti ke semak belukar justru mengungkap keterlibatannya dalam jaringan narkoba Bengkalis di wilayah pesisir.
Penangkapan pria tersebut merupakan bagian dari perburuan intensif dalam Operasi Antik Lancang Kuning 2026. Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Kapolsek Rupat Utara AKP Toni Armando, menyebutkan bahwa operasi ini berawal dari keresahan warga.
“Informasi dari masyarakat mengindikasikan adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut,” kata Toni, Rabu, 29 April 2026.
Drama penangkapan bermula saat jarum jam menunjukkan pukul 00.30 WIB. Petugas yang telah bersiaga mengendus gerak-gerik mencurigakan dari pengendara Yamaha Jupiter MX bernomor polisi BM 5181 ST itu. Menyadari dirinya diincar, S sempat memacu gas dan mencoba menghilangkan jejak dengan membuang sebuah bungkusan kecil sebelum akhirnya berhasil diringkus.
Polisi yang sigap kemudian menyisir lokasi sekitar. Hasilnya, satu paket kecil kristal putih seberat 0,21 gram ditemukan tergeletak di tanah. Kepada penyidik, tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu seharga Rp50 ribu dari seorang pria misterius di wilayah Desa Puteri Sembilan.
Selain menyita serbuk kristal tersebut, polisi juga mengamankan unit motor serta ponsel merek ITEL milik pelaku. Posisi S semakin tersudut setelah pemeriksaan laboratorium melalui tes urin menunjukkan hasil positif mengandung methamphetamine.
Kini, S harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolsek Rupat Utara. Ia terancam jeratan Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana dalam KUHP terbaru. Kasus ini menambah panjang daftar pengungkapan peredaran narkoba Bengkalis yang menyasar kalangan muda. Polisi pun meminta warga tetap waspada.
“Segera laporkan aktivitas mencurigakan melalui call center 110,” ujar Toni.[ril]








