Prodesanews com | BENGKALIS – Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Bengkalis, Herman Nur, menginstruksikan para penyuluh agama di Kecamatan Rupat Utara untuk segera menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkalis. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan potensi pengumpulan zakat di wilayah tersebut.
Instruksi tersebut disampaikan Herman dalam kegiatan pemantauan program unggulan Bermasa, Jumat (20/9/2024), di Kantor Camat Rupat Utara. Program ini melibatkan penyuluh agama di setiap desa, kelurahan, dan kecamatan.
Dalam pertemuan itu, Herman menekankan pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sumber daya yang bisa dioptimalkan untuk memperkuat ekonomi umat.
“Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi potensi besar yang bisa memberdayakan masyarakat. Jika kita memaksimalkan potensi ini melalui kolaborasi antara penyuluh agama dan Baznas, dampaknya akan sangat positif,” jelas Herman.
Herman juga menyampaikan bahwa hingga Agustus 2024, Baznas Kabupaten Bengkalis telah berhasil mengumpulkan zakat sebesar Rp8,4 miliar. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara penyuluh agama dan Baznas akan semakin memperkuat sistem pengumpulan zakat, terutama dengan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap desa.
“Jika potensi zakat di setiap desa dapat dioptimalkan melalui UPZ, desa-desa di Kecamatan Rupat Utara akan semakin makmur,” tambahnya.
Herman juga mengingatkan para penyuluh agama agar tidak hanya berperan pasif. Ia menegaskan bahwa para Da’i Bermasa harus aktif menyampaikan program-program pemerintah daerah dan menjadi agen perubahan di masyarakat, bukan hanya hadir untuk menerima gaji.
“Penyuluh agama harus memiliki peran nyata dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat serta menyampaikan program pemerintah. Jangan hanya ada di atas kertas,” tegas Herman.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Bengkalis, Risman Hambali, mendukung penuh arahan tersebut. Ia mengajak penyuluh agama untuk berkolaborasi dalam menjalankan program Baznas, termasuk pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di desa, kelurahan, dan kecamatan.
“Program pengumpulan zakat, infak, dan sedekah tidak akan maksimal jika hanya dijalankan oleh Baznas. Kami membutuhkan bantuan penyuluh agama untuk membentuk UPZ di setiap desa. Potensi zakat di Rupat Utara sangat besar, dan kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Risman.
Sementara itu, Camat Rupat Utara diwakili oleh Kasi Kesosbud Adi Putra mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Bagian Kesra, Baznas, dan para penyuluh agama. Ia berharap melalui program Bermasa ini, penyuluh agama bisa membantu mensosialisasikan program-program pemerintah daerah dan kecamatan kepada masyarakat.
“Kami berharap penyuluh agama dapat mengedukasi masyarakat terkait program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun kecamatan,” pungkas Adi.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah staf Bagian Kesra, diantaranya Hafizam, Syahrul, Ahmad Syarif, Mirza Apriando, Hj Astina, Rafika, Nia Afrina, Egia Yulriana, kemudian Korcam Da’i Bermasa Kecamatan Rupat Utara serta Da’i Desa se-Kecamatan Rupat Utara.








