PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Perahu Jong merupakan permainan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat pesisir. Selain populer di Jawa, Perahu Jong juga dikenal sebagai permainan tradisional bagi warga pesisir salah satu nya dipulau Bengkalis ini. ujar salah satu kelompok Jong Bengkalis Zaidi kepada awak media, Rabu (16/08/2023).
Zaidi ini pernah memenangi juara 3 Perahu Jong pada tahun 2022 lalu yang diadakan Pejabat Daerah Pontian Johor, Malasyia dalam Ajang Festival Perahu Jong Antara Bangsa, yang dikuti oleh 3 Negara yaitu Singapura, Malaysia dan Indonesia.
“Pada tahun 2023 ini Alhamdulillah kelompok Perahu Jong Bengkalis kembali mendapat undangan untuk mengikuti festival Perahu Jong Antara Bangsa yang juga diadakan di Pontian Johor, Malasyia yang dikuti oleh 3 Negara yakni Singapura,Malasyia dan Indonesia pada tanggal 1-3 September 2023 nanti,” ujar Zaidi.
Pemuda asal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, yang selalu aktif dalam menekuni permainan Perahu Jong ini menjelaskan, saat ini ia sedang mempersiapkan perahu perahu Jong yang insyaallah akan berangkat pada tanggal 28 Agustus 2023 nanti.
“Mohon doa dan dukungan nya terlebih lagi dari Pemkab Bengkalis semoga kami dari kelompok permainan rakyat Perahu Jong Bengkalis ini bisa mengharumkan nama Bengkalis melalui permainan perahu Jong ini yang mewakili Indonesia di negeri jiran Malasyia,” ucapnya.
Zaidi juga merincikan tentang Perahu Jong yang dimainkan tersebut, ukuran Perahu Jong yang dimainkan anak-anak pesisir. yaitu memiliki panjang satu sampai dua meter. Perahu tersebut dibuat menggunakan bahan dari kayu Pulai atau kayu Mentangor.
“Dipilihnya bahan ini karena karakteristik kayu tersebut ringan dan mudah dibentuk. Uniknya, perahu ini tidak menggunakan paku untuk merekatkan satu bagian dengan bagian yang lain, melainkan kayu tersebut langsung dibentuk menyerupai perahu. kemudian Perahu Jong di beri layar sebagai penggerak perahu” jelas Zaidi.
Lanjutnya, bagian penting dari Perahu Jong yaitu Body Jong, dimana berfungsi untuk dudukan layar dan gandar kater. Pada bagian kedua adalah saok Jong yang berfungsi untuk membelah gelombang air yang dilewati oleh perahu. Kemudian rumah kater untuk titik tumpu gandar kater, agar perahu Jong tidak karam. Dan ada penutup agar perahu tidak kemasukan air.
“Terus ada yang disebut dengan nama boom jeep, yakni sebagai pengikat jeep dari posisi ujung hingga 2/3 bagian layar. Dan layar Jong yang berguna untuk menahan angin dan membuat perahu bergerak maju. Jeep berguna untuk menampung angin pada bagian depan perahu. Serta gandar dan anak kater yang diletakkan di bagian tengah dan berfungsi sebagai penyeimbang perahu,” jelasnya lagi.
Menurut Zaidi, kenapa perahu ini masih dimainkan hingga sekarang, itu dikarenakan permainan ini sebenarnya menyimpan banyak manfaat, di antaranya mengajarkan anak-anak untuk lebih banyak berinteraksi kepada sesama, melatih kerjasama dan gotong royong dan tentunya meningkatkan sportivitas dan melestarikan budaya budaya orang orang terdahulu.(*)








