Menu

Mode Gelap

Terkini · 14 Sep 2025 11:34 WIB ·

Gaza Membara, Israel Serang Warga Membabibuta, 32 Nyawa Melayang


 Serangan Israel terhadap warga gaza Perbesar

Serangan Israel terhadap warga gaza

Gaza-Gaza kembali menjadi pusat perhatian dunia. Serangan udara Israel pada Sabtu (13/9/2025) menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk 12 anak-anak. Ledakan mengguncang sejumlah permukiman, meninggalkan puing-puing dan jeritan duka keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta.

Ledakan Mengguncang Kota Gaza

Menurut laporan medis dari Rumah Sakit Shifa, jenazah para korban memenuhi kamar mayat. Di antara mereka terdapat satu keluarga beranggotakan 10 orang, termasuk seorang ibu dan tiga anak kecil, yang tewas akibat serangan di lingkungan Sheikh Radwan. Rekaman video warga memperlihatkan ledakan besar diikuti gumpalan asap pekat yang menelan gedung-gedung tinggi.

Target Hamas, Korban Sipil

Militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan fasilitas Hamas yang digunakan sebagai pusat pengawasan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan mayoritas korban justru warga sipil. Asosiasi Sepak Bola Palestina bahkan melaporkan kematian pemain klub Al-Helal, Mohammed Ramez Sultan, bersama 14 anggota keluarganya.

Penderitaan yang Tak Berhenti

Situasi kemanusiaan semakin memburuk. Ratusan ribu warga masih bertahan di Kota Gaza tanpa cukup makanan dan obat-obatan. “Kami tidak punya pilihan. Pergi ke selatan butuh biaya besar, tapi bertahan di sini sama saja menunggu maut,” kata seorang warga kepada media lokal.

Keluarga Sandera Menekan Pemerintah Israel

Sementara itu, di Tel Aviv, keluarga para sandera Israel menggelar aksi protes. Mereka mendesak pemerintah segera menyepakati kesepakatan pembebasan. Einav Zangauker, ibu dari sandera Matan Zangauker, menyebut strategi menyerang pemimpin Hamas di luar negeri sebagai “kegagalan spektakuler” dan menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menghambat negosiasi.

Eksodus Warga, Peringatan PBB

Militer Israel kembali memerintahkan warga Gaza mengungsi ke wilayah selatan. Hingga kini, lebih dari 250.000 orang telah meninggalkan kota, meski angka resmi PBB lebih rendah, sekitar 100.000 orang. Namun, wilayah selatan sudah penuh sesak dan dinilai tidak aman. PBB memperingatkan, “Pemindahan massal tanpa perlindungan akan memperparah krisis kemanusiaan.”

Baca Juga:  Kalaksa BPBD Hadi Prasetyo Dampingi Bupati Hadiri Rakor Pencegahan Karhutla Se-Riau

Kematian Akibat Kelaparan

Dalam 24 jam terakhir, tujuh warga, termasuk anak-anak, meninggal akibat kekurangan gizi. Total korban kelaparan kini mencapai 420 jiwa sejak awal perang, dengan 145 di antaranya anak-anak. Lebih dari 86.000 tenda bantuan masih tertahan di perbatasan dan belum diizinkan masuk ke Gaza.

Perang yang Tak Kunjung Usai

Perang di Gaza berawal pada 7 Oktober 2023, ketika Hamas menyerang Israel selatan dan menculik 251 orang. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang, mayoritas warga sipil. Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran yang hingga kini menewaskan sedikitnya 64.803 warga Palestina. Hampir separuh korban adalah perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen dari 2 juta penduduk Gaza kini kehilangan tempat tinggal.

 

 

Sumber :beritasatu.com

 

 

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Tangkap Dua Pria di Bengkalis, Sita 30 Paket Sabu

25 Juli 2026 - 08:00 WIB

Petugas Polsek Mandau menunjukkan barang bukti 30 paket sabu hasil penangkapan dua tersangka di Bengkalis.

Polisi Ungkap Kasus Sabu Libatkan Remaja 16 Tahun, Pemasok Diburu

23 Juli 2026 - 11:50 WIB

Barang bukti dua paket yang diduga berisi sabu diamankan polisi dalam pengungkapan kasus narkotika di Rupat Utara, Bengkalis.

Buron Hampir Dua Tahun, DPO Kasus Narkotika Rupat Ditangkap Polisi

22 Juli 2026 - 17:00 WIB

Petugas Polsek Rupat mengamankan tersangka DPO narkotika berinisial IH di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Gantikan Nanik Sudaryati Deyang

22 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sudaryono dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara

Musdes RKP Desa 2027 Digelar, Kelemantan Barat Tampung Usulan Warga Untuk Prioritas Pembangunan

22 Juli 2026 - 13:28 WIB

Hampir 8.000 WNI Ajukan Pelepasan Kewarganegaraan, Biayanya Naik

22 Juli 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi pengurusan dokumen kewarganegaraan Indonesia. Hampir 8.000 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan dalam lima tahun terakhir.
Trending di Sorot