Bengkalis – Suasana panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kecamatan Bengkalis tampak semarak saat dua qariah muda asal Desa Sungai Batang naik ke atas panggung menerima piala penghargaan. Dengan busana senada berwarna cokelat keemasan, keduanya terlihat haru dan bahagia setelah diumumkan sebagai juara dua di ajang bergengsi tersebut.
Kedua peserta berbakat itu adalah Sofia Ramadhani, peraih juara 2 tilawah remaja putri, dan Shifa Shaharah, yang berhasil menempati juara 2 tilawah anak-anak putri. Keduanya tampil mewakili Desa Sungai Batang dengan penuh percaya diri di hadapan dewan juri dan ratusan penonton yang memadati arena MTQ.

Kepala Desa Sungai Batang Budiman SE, MM menyampaikan rasa bangganya atas prestasi tersebut. Ia menilai keberhasilan Sofia dan Shifa menjadi bukti nyata bahwa generasi muda di desanya memiliki potensi besar dalam bidang seni baca Al-Qur’an. “Mereka membawa nama baik desa di tingkat kecamatan. Ini adalah hasil kerja keras, latihan rutin, dan dukungan keluarga serta guru pembimbing,” ujarnya.
MTQ ke-57 tingkat Kecamatan Bengkalis tahun ini berlangsung meriah dengan menampilkan ratusan peserta dari berbagai desa. Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat cinta Al-Qur’an di kalangan masyarakat.
Sementara itu, salah satu pembimbing peserta dari Desa Sungai Batang mengungkapkan bahwa proses persiapan berlangsung selama beberapa minggu. Mereka rutin berlatih teknik pernapasan, tajwid, serta makhraj huruf agar penampilan maksimal di hadapan dewan hakim. “Kami tidak menyangka bisa sampai di posisi ini, karena persaingan cukup ketat,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Di akhir acara, panitia menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada seluruh pemenang. Suasana bahagia menyelimuti para peserta dan pendamping, terutama dari kontingen Sungai Batang yang berhasil membawa pulang dua piala sekaligus.
Dengan prestasi tersebut, masyarakat Sungai Batang berharap tahun depan bisa tampil lebih baik lagi dan menargetkan juara pertama. Dukungan dari pemerintah desa serta tokoh agama setempat diharapkan terus berlanjut untuk membina generasi Qurani yang membanggakan daerah.








