Prodesanews.com | PEKANBARU – Klub sepakbola kebanggaan masyarakat Riau, PSPS masih terpuruk di klasemen dasar sementara grup 1 liga 2 dengan torehan hanya 1 poin dalam tiga laga awal musim 2023/2024.
Satu poin tersebut didapat saat klub berjuluk Askar Bertuah ini saat laga pertama menghadapi Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu dengan skor 0-0. Sementara pada laga kedua, PSPS harus bertekuk lutut setelah kalah di kandang PSDS Deli Serdang dengan skor 3-0.
Terakhir, pada laga kandang di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai Pekanbaru, Senin (25/9) lalu, PSPS kembali mengalami kekalahan setelah melawan Semen Padang FC (SPFC) dengan skor 0-2.
Pun demikian, Pelatih Kepala PSPS Riau, Jan Saragih yakin timnya bisa kembali bangkit dalam beberapa pertandingan berikutnya. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat Riau terus memberikan dukungan yang positif kepada Skuad PSPS Riau.
“Saya mohon kepada masyarakat sedikit bersabar, kita akan bangkit. Mudah-mudahan dilaga selanjutnya kita akan membuat banyak gol. Ayok kita sama-sama berpikir lebih jernih, lebih tenang. Kita bangun sama-sama lagi. Saya terima kasih juga karena didorong terus untuk bangkit. Ayok, kita akan bangkit,”ucap Jan Saragih.
Peringatan Keras Untuk Pelatih PSPS Riau
Sementara itu, Manajemen PSPS Riau memberikan peringatan keras kepada sang pelatih, Jan Saragih untuk membawa skuad Askar Bertuah meraih kemenangan saat melawan Sriwijaya FC pada 10 Oktober mendatang di Palembang. Jika kembali kalah maka Jan Saragih harus siap-siap meninggalkan kursi kepelatihan.
Hal tersebut disampaikan secara tegas oleh Chief Operating Officer (COO) PSPS Riau Edward Riansyah, Ahad (1/10/2023).
Edward Riansyah juga mengingatkan kembali kepada Jan Saragih agar memaksimalkan kesempatan.
“Kalau kalah pasti diganti, tapi kalau menang tak mungkin diganti. Kalau seri kita akan bicarakan nanti. Intinya kalau kalah langsung out,” ujar Edward Riansyah tegas.
Menurit Edward, ini bukanlah permintaan siapapun, tapi itu adalah komitmen managemen bersama pelatih. Evaluasi terus dilakukan oleh management, jadi bukan ada intervensi dari siapapun.
“Siapa pun berhak kecewa atas yang terjadi pada PSPS baik itu suporter atau siapapun. Namun siapa yang bisa memberikan jaminan jika pelatih diganti akan menjamin kemenangan? Tidak ada kan. Contoh ganti pelatih, pilihannya si A, ada jaminan menang nggak? Atau Ganti si B, apakah itu pasti gak kalah juga. Siapa pelatih yang gak pernah kalah? Jadi memang untuk semua kemungkinan itu management sudah pikirkan,” ucapnya.
Tapi yang paling penting sambung Edward, pihaknya pasti ingin yang terbaik dan secara status setiap pelatih yang diinginkan suporter, pendukung PSPS, punya selera masing-masing dan pemikiran masing-masing.








