PRODESANEWS.COM | JAKARTA – Visi, misi, dan program “Bersama-sama Mewujudkan PWI HEBAT,” yang digagas calon Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2023-2028, H Zulmansyah Sekedang, menuai pujian dari senior-senior PWI yang berada di Dewan Kehormatan (DK) dan Dewan Penasihat (Wanhat).
Ketua PWI Riau dua periode itu sengaja diundang ke Jakarta oleh DK PWI untuk silaturahmi dan diskusi sekaligus menyampaikan visi, misi, dan program untuk PWI 2023-2028. Tidak hanya Zulmansyah, dua caketum PWI lainnya yakni Hendry Ch Bangun dan Munir Akhmad pun ikut diundang untuk menyampaikan visi, misi, dan program masing-masing.
Dalam pemaparan visi dan misinya di hadapan para senior PWI, Zulmansyah menyebut, PWI HEBAT bukan hanya berarti perubahan untuk lebih bagus atau lebih baik, tetapi merupakan akronim dari misi dan program yang akan diwujudkan bersama-sama di PWI.
“Harus bersama-sama mewujudkan PWI HEBAT ke depan. Tak bisa hanya seorang Ketua Umum PWI, tetapi semua bersama-sama harus terlibat. Termasuk seluruh senior yang ada di kepengurusan, maupun di luar pengurus,” kata Zulmansyah Sekedang, Jum’at (21/7/2023) kemarin.
Zulmansyah menjelaskan, HEBAT merupakan akronim dari H sama dengan Harmonis. E berarti ekonomi wartawan harus Ditolong. B artinya bargaining power, PWI bermanfaat untuk semua. A sama dengan amanah. Dan serta T bermakna tempat silaturahmi, edukasi, proteksi, dan happy-happy.
“Organisasi PWI kita ini, kata persatuan didahulukan. Persatuan tanpa hubungan yang harmonis di internal dan eksternal, akan menjadi penghalang mewujudkan program-program mengangkat marwah organisasi PWI. Ke depan, kita seperti semboyan Pertamina.l, ‘Mulai dari nol ya..’ Semua senior harus bersatu, harmonis dan bersama-sama bergandengan tangan membesarkan PWI kembali,” ungkap mantan Pemimpin Redaksi Riau Pos ini.
Zulmansyah kembali menggagas program fellowship jurnalism. Di mana seluruh anggota PWI yang sudah dinyatakan kompeten mendapatkan insentif antara Rp1 juta sampai Rp2 juta perbulan, sebagaimana dulu pernah diwujudkan pemerintah melalui program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP).
“Ayo semua pengurus dan senior sekalian, termasuk PWI se-Indonesia, sama-sama kita berjuang agar program fellowship jurnalisme ini dapat terwujud dan permanen di PWI,” ajaknya.
Lanjut Zulmansyah, kemudian SJI (Sekolah Jurnalistik Indonesia) hidupkan kembali, Safari Jurnalistik PWI, dan diklat-diklat diperbanyak, LBH PWI aktifkan untuk melindungi anggota dan perbanyak kunjungan keluar negeri untuk edukasi bagi anggota dan pengurus PWI se-Indonesia.
“Program PWI HEBAT ini semua sudah kami kerjakan di PWI Riau. Ini bukan kata-kata atau rencana kerja, semua sudah nyata kami kerjakan dan terlaksana di PWI Riau. Karena itu, mohon para senior memberikan kesempatan kepada yang muda menjadi Ketum PWI 2023-2028. Sedangkan para senior semua menjadi begawan di Wanhat atau di DK PWI,” pungkas Zulmansyah Sekedang.
Menanggapi visi, misi, dan program PWI HEBAT yang disampaikan Zulmansyah, penasihat PWI Pusat N Syamsuddin Ch Haesy mengaku gembira.
“Program-program ini menyentuh otak wartawan, hati wartawan dan perut wartawan,” kata Syamsuddin Haesy sembari menunjuk kepalanya, dadanya, dan perutnya.
Wartawan yang juga sastrawan senior ini juga menyampaikan syair Lancang Kuning dari Riau. Katanya, kalau nahkoda kuranglah paham, alamatlah kapal akan tenggelam.
“Sebaliknya, Zulmansyah menunjukkan dirinya adalah nahkoda yang sangat paham memimpin PWI,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DK PWI H Ilham Bintang menyebut, Zulmansyah sekarang menjadi “trending topic” di kalangan wartawan di Jakarta, juga di PWI Pusat. Itu karena program-program PWI HEBAT yang disampaikannya, juga karena safari silaturahmi yang dilakukannya di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
“Ini menunjukkan Zulmansyah sangat serius untuk membenahi PWI secara organisasi agar bermarwah, sekaligus bermanfaat untuk semua wartawan anggotanya,” kata Ilham.
Selain Zulmansyah, dua Caketum lainnya yakni Hendry Ch Bangun dan Akhmad Munir ikut menyampaikan visi, misi dan program nya. Banyak saran dan juga kritik di dalam diskusi bedah visi dan misi Caketum PWI 2023-2028 ini. Namun, tetap berlangsung rukun dan penuh canda tawa.
Hadir saat pemaparan visi, misi, dan program tersebut, anggota DK Asro Kamal Rokan, Penasihat PWI Banjar Chaeruddin, mantan Ketua PWI DKI Jakarta Marah Sakti Siregar, dan Bendahara PWI Riau Oberlin Marbun.(ril)








