PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Bustami HY menyampaikan bahwa pentingnya dilakukan dialog kerukunan umat beragama, selain sebagai ajang untuk memperkuat hubungan silaturahmi, juga dapat dijadikan sebagai media untuk membangun komunikasi dan koordinasi antar sesama umat beragama.
“Agar kita bisa mengetahui persoalan kerukunan beragama yang terjadi, dan menyelesaikannya bersama serta menghindari terjadinya konflik dalam masyarakat. Agar kerukunan umat beragama di daerah kita ini dapat terus terjaga dan terpelihara dengan baik,” kata Bustami.
Hal tersebut diungkapkannya saat mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni pada pembukaan acara Dialog Tokoh Pemuda/i Lintas Agama Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis Tahun 2023, di Gedung Daerah Kabupaten Bengkalis, Rabu (05/07/2023) pagi.
Untuk itu, sambung Bustami, potensi tersebut perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, persaudaraan, hubungan kebangsaan, serta persaudaraan atas dasar kemanusiaan, yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945.
“Kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kepada tokoh pemuda-pemudi lintas agama, perlu dingat, kita harus tetap selalu waspada, saat ini melalui perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, berbagai isu maupun penyebaran faham-faham radikal serta fitnah, dengan mudah didapat dan sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Baik itu mengenai penodaan agama, termasuk kontestasi politik yang selalu dihubungkan dengan agama, yang justru dapat membuat tingginya semangat toleransi di daerah ini menjadi terdegradasi, jelas Bustami.
“Makanya, moderasi beragama wajib kita laksanakan sepenuh hati didaerah ini, karena moderasi agama merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, dalam mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga serta masyarakat melalui empat indikator utama yakni, toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, serta pemahaman dan perilaku beragama yang akomodatif terhadap budaya lokal yang multi-kultural dan multi-agama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kegiatan Dialog Tokoh Pemuda/i Lintas Agama ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda lintas agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan lintas agama, yakni dari unsur Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Konghucu dan FKUB Bengkalis.
Selain para peserta, turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Jenri Salmon Ginting, Ketua FKUB Provinsi Riau KH. Abd. Rahman Qoharuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H Khaidir.
Kemudian Ketua Umum MKA dan Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis Sofyan Said, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pengawas serta Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.(ril)








