Menu

Mode Gelap

Nasional · 10 Des 2025 17:30 WIB ·

KPK Ingatkan Daerah Tak Kejar Citra Palsu


 📸 Ketua KPK, Setyo Budiyanto. Perbesar

📸 Ketua KPK, Setyo Budiyanto.

Prodesanews.com | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap adanya pemerintah kabupaten yang berupaya memperbaiki citra dengan memoles nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Tindakan itu terdeteksi setelah KPK menemukan pola jawaban aparatur yang dianggap tak wajar dan terlalu seragam.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan temuan tersebut dalam peluncuran hasil SPI yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Yogyakarta pada Selasa (9/12) kemarin. Ia menjelaskan, jajaran pegawai di daerah itu diarahkan untuk memberikan jawaban tertentu agar skor integritas terlihat tinggi.

“Pernah ada pengalaman, sebuah kabupaten mencoba mengondisikan jawaban survei. Mereka diarahkan untuk menjawab dengan pola tertentu supaya skornya bagus,” ujar Setyo.

KPK mulai mencermati adanya kejanggalan setelah membaca pola jawaban yang terlalu konsisten. Tim kemudian menelusuri kembali data survei, memeriksa dokumen pendukung, dan mengecek situasi faktual di lapangan. Hasil pengecekan menunjukkan ketidaksesuaian antara klaim pemkab dan kondisi sebenarnya.

Setyo menegaskan KPK dapat mendeteksi manipulasi melalui sejumlah instrumen analisis yang tertanam dalam SPI. Pemeriksaan juga melibatkan auditor, tenaga ahli, dan aparat pemeriksa yang menilai dokumen sekaligus mencocokkannya dengan temuan lapangan. Ia tidak menyebut nama daerah tersebut.

Indeks integritas nasional dalam SPI 2025 tercatat di angka 72,32. Meski naik tipis, KPK menilai kategori itu masih rentan karena praktik korupsi dinilai tetap muncul di banyak instansi.

Peluncuran SPI 2025 turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Setyo kembali mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terjebak pada upaya mempercantik laporan. Menurut dia, memoles hasil survei hanya menciptakan ilusi integritas dan menghambat perbaikan tata kelola.[ril]

Baca Juga:  MTQ Tingkat Desa Pedekik Ke-33 Ditutup, Kades Himbau Orang Tua Ajari Anak Akhlak Al Quran
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemenkes Kaji Usulan Pemkab Bengkalis Bangun RSUD Bukit Batu

27 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso saat audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan.

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO

Polisi Tangkap Pria di Bengkalis, Ngaku Beli Sabu dari Perempuan

21 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Polisi menangkap pria berinisial YR dalam kasus dugaan penyalahgunaan sabu di Bengkalis

Polres Bengkalis Ungkap Lima Kasus Narkotika, 9 Orang Diamankan

20 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Satresnarkoba Polres Bengkalis mengungkap lima perkara narkotika dalam tiga hari dengan barang bukti sabu dan ganja.

Anak 6 Tahun Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum PNS di Rupat

18 Agustus 2026 - 17:17 WIB

penanganan dugaan pencabulan anak di Kecamatan Rupat, Bengkalis.
Trending di Hukrim