Menu

Mode Gelap

Terkini · 14 Agu 2025 08:00 WIB ·

Darurat Air Bersih Bengkalis: DPRD Ancam Copot Dirut PDAM


 📸 “Kalau minggu depan dia mangkir lagi, kami akan rekomendasikan bupati untuk mencopot Abel Iqbal,” (Hendrik Firnanda) Perbesar

📸 “Kalau minggu depan dia mangkir lagi, kami akan rekomendasikan bupati untuk mencopot Abel Iqbal,” (Hendrik Firnanda)

PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Krisis air bersih selama dua pekan terakhir membuat aktivitas warga dan usaha di Bengkalis lumpuh. DPRD Kabupaten Bengkalis menegaskan akan merekomendasikan pencopotan Direktur PDAM Tirta Terubuk jika masalah ini tidak segera ditangani.

Direktur PDAM, Abel Iqbal, tidak hadir untuk kedua kalinya saat dipanggil DPRD dengan alasan dinas ke Jakarta dan tidak bisa diwakilkan. Ketidakhadiran ini memicu kemarahan Wakil Ketua DPRD Hendrik Firnanda Pangaribuan dan Ketua Komisi II Yong Sanusi.

“Kalau minggu depan dia mangkir lagi, kami akan rekomendasikan bupati untuk mencopot Abel Iqbal,” tegas Hendrik, Rabu (13/8/2025).

Waduk PDAM hanya menyisakan dua meter air, jauh di bawah standar delapan meter. Cadangan saat ini cukup untuk lima hari, padahal manajemen menyebut bisa bertahan 18 hari. Dengan kedalaman ideal, pasokan seharusnya mencukupi hingga 47 hari.

Hendrik menilai pengelolaan waduk tidak memadai. “Masak hanya mengandalkan hujan? Waduk harus dirawat, bukan dibiarkan dangkal,” ujarnya. Distribusi air bersih pun dihentikan sementara, yang turut dirasakan warga dan usaha.

Sektor usaha merugi besar. Pemilik usaha air galon, Adef Adi, kehilangan Rp1–1,5 juta per hari sejak awal Agustus. Tagihan PDAM justru naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp4–5 juta. Sabri, pengelola warung, membeli 10 galon air setiap hari untuk mencuci peralatan makan. Pemilik doorsmeer menolak pelanggan karena tidak ada air, merugi hingga belasan juta rupiah.

Hary Kumbara, Kepala Bagian Teknik PDAM, mengakui produksi dihentikan sejak Jumat lalu karena keterbatasan air baku. Waduk masih ada, tetapi keruh sehingga teknologi nano filter tidak bisa digunakan. PDAM kini mengandalkan pengolahan konvensional dengan bahan kimia dan peralatan lama. Jika lancar, produksi dijadwalkan kembali Kamis mendatang, tetapi hanya 30 liter per detik, jauh dari kapasitas normal 80 liter per detik.

Baca Juga:  Gubri Syamsuar dan Wabup Bagus Santoso Hadiri Undangan Qurban PWI Riau

Hendrik menegaskan DPRD akan mengawasi penanganan krisis secara ketat. “Kami yakin laporan ke bupati selalu indah, padahal masyarakat dan pengusaha menjerit,” ujarnya.

Tanpa langkah cepat, krisis ini akan menekan perekonomian dan mengancam kesehatan warga.(pnc/ril)

[Sumber:pjsriau.com]

Artikel ini telah dibaca 422 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bengkalis Perkuat Sinergi Forkopimda

1 Juli 2026 - 12:45 WIB

Kapolres Bengkalis bersama Forkopimda pada syukuran Hari Bhayangkara ke-80.

DPRD Bengkalis Nilai Distribusi BBM Jadi Akar Persoalan

29 Juni 2026 - 16:50 WIB

Komisi III DPRD Bengkalis bertemu Dinas ESDM Provinsi Riau membahas distribusi BBM Bengkalis dan usulan penambahan kuota BBM bersubsidi.

Polres Bengkalis Ungkap Dua Kasus Sabu di Mandau, Dua Pengedar Ditangkap

29 Juni 2026 - 11:00 WIB

Petugas Satresnarkoba Polres Bengkalis menunjukkan barang bukti sabu hasil pengungkapan dua kasus di Kecamatan Mandau.

BLT DD Tahap 4,5 dan 6 Desa Sungai Batang Disalurkan

27 Juni 2026 - 07:20 WIB

Terlibat Penggelapan dan Penadahan Sepeda Motor, Dua Pria Ditangkap

26 Juni 2026 - 16:45 WIB

Petugas Polres Bengkalis mengamankan sepeda motor Honda Beat Street dalam kasus dugaan penggelapan dan penadahan.

Kasus Sabu di Siak Kecil, Polisi Tangkap Dua Pria

26 Juni 2026 - 13:50 WIB

Petugas Polsek Siak Kecil menunjukkan barang bukti dalam pengungkapan kasus sabu di Bengkalis.
Trending di Hukrim