BANTAN – Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kian mendapat perhatian hingga ke tingkat internasional berkat semangat masyarakat bersama Pemerintah Desa, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam menjaga serta merestorasi mangrove.
Sejak 2021, YKAN mendampingi Desa Teluk Pambang untuk mengelola kawasan mangrove. Dua tahun kemudian, program restorasi seluas 100 hektare dan perlindungan 700 hektare mulai berjalan, membawa perubahan besar bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Pembentukan LPHD Teluk Pambang menjadi tonggak penting. Lembaga ini berhasil meningkatkan kesadaran warga desa akan pentingnya menjaga hutan mangrove melalui pembibitan, penanaman, patroli perlindungan, dan kampanye lingkungan secara rutin.
Camat Bantan, Rafli Kurniawan, menegaskan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap program tersebut. Ia menyebut, restorasi mangrove bukan hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga membantu perekonomian masyarakat pesisir.
Hal senada disampaikan Pj. Kepala Desa Teluk Pambang, Sariyono. Menurutnya, keberadaan YKAN memberi banyak ilmu dan motivasi, bahkan menjadikan desanya mulai dikenal sebagai ikon mangrove di Bengkalis.
“Jika menyebut mangrove, maka ingatlah Teluk Pambang,” ujarnya, seraya menekankan manfaat nyata mangrove dalam menahan abrasi pantai dan menarik kunjungan wisatawan serta investor.
Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Teluk Pambang. Ia menilai semangat kebersamaan warga menjadi modal utama keberhasilan restorasi mangrove.
Dukungan juga datang dari UPT KPH Bengkalis Pulau, UPT PSDKP Wilayah II Bengkalis, serta sejumlah desa mitra YKAN yang hadir dalam monitoring dan evaluasi kegiatan di Gedung Serbaguna Desa Teluk Pambang, 10 September 2025.
Monitoring lapangan di Pantai Senekip menunjukkan hasil menggembirakan. Mangrove yang ditanam sejak 2023 kini tumbuh sehat, dengan tinggi mencapai dua meter dan regenerasi alami yang cukup padat, menandai keberhasilan restorasi sekaligus masa depan ekosistem pesisir yang lebih tangguh.








