Menu

Mode Gelap

Sorot · 11 Sep 2025 13:49 WIB ·

Teluk Pambang Jadi Ikon Mangrove Bengkalis


 Istimewa Perbesar

Istimewa

BANTAN – Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kian mendapat perhatian hingga ke tingkat internasional berkat semangat masyarakat bersama Pemerintah Desa, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam menjaga serta merestorasi mangrove.

Sejak 2021, YKAN mendampingi Desa Teluk Pambang untuk mengelola kawasan mangrove. Dua tahun kemudian, program restorasi seluas 100 hektare dan perlindungan 700 hektare mulai berjalan, membawa perubahan besar bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Pembentukan LPHD Teluk Pambang menjadi tonggak penting. Lembaga ini berhasil meningkatkan kesadaran warga desa akan pentingnya menjaga hutan mangrove melalui pembibitan, penanaman, patroli perlindungan, dan kampanye lingkungan secara rutin.

Camat Bantan, Rafli Kurniawan, menegaskan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap program tersebut. Ia menyebut, restorasi mangrove bukan hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga membantu perekonomian masyarakat pesisir.

Hal senada disampaikan Pj. Kepala Desa Teluk Pambang, Sariyono. Menurutnya, keberadaan YKAN memberi banyak ilmu dan motivasi, bahkan menjadikan desanya mulai dikenal sebagai ikon mangrove di Bengkalis.

“Jika menyebut mangrove, maka ingatlah Teluk Pambang,” ujarnya, seraya menekankan manfaat nyata mangrove dalam menahan abrasi pantai dan menarik kunjungan wisatawan serta investor.

Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Teluk Pambang. Ia menilai semangat kebersamaan warga menjadi modal utama keberhasilan restorasi mangrove.

Dukungan juga datang dari UPT KPH Bengkalis Pulau, UPT PSDKP Wilayah II Bengkalis, serta sejumlah desa mitra YKAN yang hadir dalam monitoring dan evaluasi kegiatan di Gedung Serbaguna Desa Teluk Pambang, 10 September 2025.

Monitoring lapangan di Pantai Senekip menunjukkan hasil menggembirakan. Mangrove yang ditanam sejak 2023 kini tumbuh sehat, dengan tinggi mencapai dua meter dan regenerasi alami yang cukup padat, menandai keberhasilan restorasi sekaligus masa depan ekosistem pesisir yang lebih tangguh.

Baca Juga:  Sinergi Hebat DPRD Bengkalis dan Disparbudpora Gagas Lompatan Prestasi Olahraga Daerah

 

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO

Polisi Tangkap Pria di Bengkalis, Ngaku Beli Sabu dari Perempuan

21 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Polisi menangkap pria berinisial YR dalam kasus dugaan penyalahgunaan sabu di Bengkalis

Polres Bengkalis Ungkap Lima Kasus Narkotika, 9 Orang Diamankan

20 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Satresnarkoba Polres Bengkalis mengungkap lima perkara narkotika dalam tiga hari dengan barang bukti sabu dan ganja.

Anak 6 Tahun Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum PNS di Rupat

18 Agustus 2026 - 17:17 WIB

penanganan dugaan pencabulan anak di Kecamatan Rupat, Bengkalis.

Karhutla Bengkalis Meluas, 23,5 Hektare Lahan Terdampak

18 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Tim gabungan menangani karhutla di Kabupaten Bengkalis
Trending di Sorot