Menu ✖

Mode Gelap

Terkini · 1 Nov 2025 06:11 WIB ·

Tangis Istri di Perawang Barat: Dipaksa Layani Teman Suami, Lalu Menyaksikan Darah Menjadi Akhir Persahabatan


 Pelaku Pembunuhan Perbesar

Pelaku Pembunuhan

Siak Sri Indrapura- Subuh itu, di sebuah rumah sederhana di Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Siak, suara tangis seorang perempuan pecah di antara dingin dan bau tuak yang masih menyengat. Ia baru saja dipaksa oleh suaminya sendiri untuk melayani teman pria mereka. Tak lama berselang, suara parang beradu dengan daging manusia menjadi penutup malam yang kelam — mengubah rumah kecil itu menjadi saksi tragedi cinta, dendam, dan mabuk yang menyesatkan.

Malam itu, Sabtu (25/10/2025), sebenarnya berjalan biasa saja bagi Ihsan (44). Seperti dua pekan sebelumnya, ia kembali duduk bersama Novrianto (39), temannya yang baru dikenalnya lewat minuman. Tuak di meja menjadi saksi pertemanan yang lahir dari gelas, bukan dari hati.

Mereka tertawa, bernyanyi, dan berbagi kisah hidup yang samar—tanpa tahu bahwa malam itu akan menjadi akhir dari segalanya. Sekitar pukul 03.00 dini hari, alkohol sudah menguasai kepala. Dalam keadaan mabuk, Ihsan menarik paksa istrinya yang sedang tidur di kamar belakang. Ia menyeret sang istri ke ruang tamu, tempat Novrianto duduk menatap kosong.

“Layani dia,” kata Ihsan pelan namun tegas, sambil menahan tubuh istrinya yang meronta. Perempuan itu menangis, memohon agar suaminya sadar, tapi suaranya tenggelam di antara tawa dan aroma miras. Tak ada cinta malam itu — hanya luka yang akan abadi.

Usai kejadian, dua pria itu kembali duduk. Mereka menenggak tuak lagi seolah tak ada air mata yang jatuh di lantai rumah itu. Pukul 04.30 WIB, sang istri mandi, tubuhnya gemetar. Ia berangkat ke pasar dengan mata bengkak, membawa beban yang tak terlihat siapa pun.

Di rumah, Ihsan masih menatap layar ponsel. Ia meminta hotspot pada korban. Namun ketika koneksi diputus, dan ia mendapati Novrianto masih menonton video asusila, sesuatu dalam dirinya meledak. Rasa malu, marah, dan hina bercampur menjadi bara. “Aku sudah memberikan segalanya, bahkan istriku sendiri,” batinnya.

Baca Juga:  Bupati Bengkalis Kasmarni Diskusi Bersama SKK Migas dan PT ITA, Bahas Pengeboran Minyak di Pulau Bengkalis

Sekitar pukul 05.25 WIB, bara itu berubah jadi api. Ihsan mengambil parang bergagang hijau dari ember dekat pintu. Satu ayunan pertama mengenai kepala korban. Jeritan terdengar. Tapi Ihsan tak berhenti. Darah bercipratan di dinding rumah, membasahi kasur, menenggelamkan semua yang tersisa dari pertemanan itu.

Setelah memastikan korban tak lagi bernapas, Ihsan mencuci parang, menggulung kasur, dan menutup jasad korban dengan terpal biru dan daun kering. Lubang sedalam satu meter di samping rumah menjadi kuburan sunyi bagi Novrianto.

Pagi harinya, ketika istrinya pulang dari pasar, rumah itu sudah tampak rapi. “Tumben rajin, Pa. Mana si gatal itu?” tanya istrinya polos. Ihsan menjawab datar, “Sudah dijemput kawannya.” Tak ada yang tahu, di balik tanah rumah itu, tubuh seorang manusia sedang membeku.

Ihsan melarikan diri ke Pekanbaru dua hari kemudian. Namun pelariannya tak panjang. Polisi berhasil menangkapnya di sebuah rumah kontrakan. Dari lokasi kejadian, petugas menemukan parang, terpal, kain bercak darah, cangkul, hingga barang-barang yang masih menyimpan aroma kematian.

Kapolres Siak AKBP Eka Ariandi Putra menyebut, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Pelaku marah karena tersinggung, merasa dikhianati, padahal sudah memberikan segalanya kepada korban,” ungkapnya.

Kini, rumah kecil di Perawang Barat itu kembali sunyi. Di sana, aroma tuak telah berganti dengan bau tanah basah dan penyesalan. Sementara seorang perempuan masih terisak di pojok hatinya sendiri — bukan hanya kehilangan suami, tapi juga harga diri yang dirampas oleh malam dan mabuk yang tak berakal.

 

 

Sumber: Tribunnews

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Kasus Dana Desa Sukamaju, Dari Protes Warga ke Penyidikan Polisi

15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Penyidikan dugaan korupsi Dana Desa Sukamaju senilai Rp 241 juta di Kabupaten Bengkalis

INPEST Desak KKP Tunda Pembayaran Proyek Kampung Nelayan Bengkalis Rp 7,3 Miliar

5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pembangunan KNMP di Desa Kuala Alam, Bengkalis, yang disorot INPEST

HUT ke-81 TNI, Kapolres Bengkalis Serukan Soliditas TNI-Polri

5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kapolres Bengkalis bersama jajaran TNI, Polri dan Forkopimda dalam peringatan HUT ke-81 TNI

Mitra SPPG Sungai Alam Bagikan Masker ke 15 Sekolah

30 September 2026 - 16:42 WIB

Siswa sekolah penerima MBG mendapat bantuan masker dari Mitra SPPG Sungai Alam

Polda Riau Mutasi Kapolres Bengkalis

26 September 2026 - 13:23 WIB

AKBP Eko Rubiyanto menerima tongkat komando Kapolres Bengkalis dari AKBP Fahrian Saleh Siregar

Kementerian Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional Hoaks

25 September 2026 - 08:00 WIB

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo memastikan surat pemadaman internet nasional adalah hoaks.
Trending di Nasional