Prodesanews.com| BENGKALIS – Memasuki bulan Agustus yang merupakan bulan kemerdekaan bangsa Indonesia, dimana tahun ini memasuki usia ke-79 tahun, para pedagang kaki lima yang menjajakan sang merah putih dengan berbagai ukuran dan bentuk tetap semangat meski sepi pembeli.
Desta misalnya, salah seorang pedagang asal kota Garut Jawa Barat, datang ke pulau Bengkalis sejak akhir Juli lalu bersama 7 orang lainnya. Kepada media ini ia mengatakan sudah berjualan di pulau Bengkalis sejak 2017 silam.
“Tahun ini kami bertujuh datang kesini, saya terus bapak dan juga paman, datang ke sini 27 Juli kemarin, bapak bersama dua orang paman jualan di Selatpanjang, Sementara saya dan empat paman lainnya jualan di Bengkalis,” kata Desta dengan logat sundanya, Selasa (6/8/2024) .
Desta yang berjualan di samping Lapangan Tugu, Bengkalis ini menyebut, bendera yang ia jual ukuran dan harganya bervariasi, mulai ukuran 1,5 meter seharga jual 55 ribu, kemudian ukuran 1,2 meter 35 ribu dan yang ukuran 90 cm 25 ribu.
“Untuk ukuran bendera kecil yang biasa dipasang di kendaran seharga 5 ribu rupiah, selain bendera, tersedia umbul l-umbul dengan harga bervariasi juga, mulai dari 35 ribu untuk panjang 2,5 meter dan 45 ribu untuk panjang 3,5 meter,” jelasnya.
Sementara itu harga background garuda dengan panjang 10 meter dijual dengan harga 400 ribu, background merah putih panjang 8 meter 300 ribu dan yang 10 meter 450 ribu rupiah.
“Penjualan harian rata – rata bisa dapat 500 ribu bang, tahun lalu penjualan sehari bisa dapat sejutaan lah, biar sedikit asal ada aja bang, namanya juga usaha” ucap Desta saat ditanyai omset penjualan.
Desta juga mengatakan, omset penjualan bapak dan pamannya di Selatpanjang juga menurun. “Mudah-mudahan sebelum perayaan 17 Agustus nanti penjualan kami lebih baik lagi,” harapnya.(ril)








