Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintah Daerah · 16 Des 2025 12:02 WIB ·

RPPLH 30 Tahun Bengkalis Digodok, Publik Dilibatkan


 📸 Konsultasi publik penyusunan RPPLH 2025–2055 di Kantor Bappeda Bengkalis, Selasa, 16 Desember 2025. Perbesar

📸 Konsultasi publik penyusunan RPPLH 2025–2055 di Kantor Bappeda Bengkalis, Selasa, 16 Desember 2025.

Prodesanews.com | Bengkalis — Pemerintah Kabupaten Bengkalis mulai merumuskan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) 2025–2055 sebagai pijakan kebijakan pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Penyusunan dokumen strategis ini diawali dengan konsultasi publik yang melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor sejak tahap perencanaan.

Konsultasi publik digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis pada Selasa, 16 Desember 2025, di Kantor Bappeda Bengkalis. Forum tersebut dirancang untuk menghimpun pandangan, kritik, dan rekomendasi guna memastikan arah kebijakan lingkungan hidup daerah selaras dengan kebutuhan nyata dan tantangan ekologis ke depan.

Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Andris Wasono menegaskan RPPLH tidak boleh dipahami sebatas dokumen teknokratis. “RPPLH merupakan wadah penjaringan aspirasi sekaligus pedoman arah pembangunan berkelanjutan Kabupaten Bengkalis dalam jangka panjang,” kata Andris saat membuka kegiatan.

Ia mendorong keterlibatan aktif seluruh peserta agar substansi RPPLH benar-benar kuat secara konseptual dan aplikatif. “Masukan yang konstruktif sangat dibutuhkan agar dokumen ini mampu menjawab tantangan lingkungan hidup di masa depan dan sejalan dengan visi Bengkalis Bermarwah, Maju, dan Sejahtera,” ujar Andris.

Dari sisi penyusunan teknis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis Agus Susanto diwakili Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (TPKLH), Zulkifli, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan krusial dalam rangkaian perumusan RPPLH. “Penyusunan RPPLH telah diawali dengan FGD identifikasi potensi dan permasalahan pada 2 Desember, kemudian dilanjutkan FGD penyusunan skenario perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada 9 Desember 2025,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, keterlibatan berbagai pihak sejak awal diharapkan memperkuat kualitas perencanaan sekaligus membuka jalan bagi implementasi kebijakan yang lebih konsisten. “Masukan dari para pemangku kepentingan menjadi elemen penting agar RPPLH tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti dari 71 Perkara

Konsultasi publik tersebut menghadirkan tenaga ahli dari Universitas Riau, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, serta jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Bengkalis. Diskusi difokuskan pada penyempurnaan arah kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup untuk kurun 30 tahun ke depan, agar sejalan dengan kebijakan nasional dan kondisi ekologis daerah.[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Kasus Dana Desa Sukamaju, Dari Protes Warga ke Penyidikan Polisi

15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Penyidikan dugaan korupsi Dana Desa Sukamaju senilai Rp 241 juta di Kabupaten Bengkalis

INPEST Desak KKP Tunda Pembayaran Proyek Kampung Nelayan Bengkalis Rp 7,3 Miliar

5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pembangunan KNMP di Desa Kuala Alam, Bengkalis, yang disorot INPEST

HUT ke-81 TNI, Kapolres Bengkalis Serukan Soliditas TNI-Polri

5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kapolres Bengkalis bersama jajaran TNI, Polri dan Forkopimda dalam peringatan HUT ke-81 TNI

Mitra SPPG Sungai Alam Bagikan Masker ke 15 Sekolah

30 September 2026 - 16:42 WIB

Siswa sekolah penerima MBG mendapat bantuan masker dari Mitra SPPG Sungai Alam

Polda Riau Mutasi Kapolres Bengkalis

26 September 2026 - 13:23 WIB

AKBP Eko Rubiyanto menerima tongkat komando Kapolres Bengkalis dari AKBP Fahrian Saleh Siregar

Kementerian Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional Hoaks

25 September 2026 - 08:00 WIB

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo memastikan surat pemadaman internet nasional adalah hoaks.
Trending di Nasional