Prodesanews.com | JAKARTA – Netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang adalah harga mati bagi seluruh jajaran kepolisian di Indonesia.
Penegasan komitmen tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Shandi Nugroho didampingi Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada saat acara Piramida (Ngopi Bareng Pimpinan Media) di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin (2011/2023).
“Jadi netralitas Polri adalah harga mati untuk menjaga persatuan dan kesatuan untuk menjaga NKRI,” kata Shandi dihadap para pimpinan redaksi (Pimred) media.
Shandi juga menekankan kepada para pimred untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap seluruh anggota kepolisian yang terindikasi melakukan pelanggaran dari komitmen tersebut.
Karena menurutnya, dengan adanya pengawasan bersama itu akan semakin membantu Polri dalam mewujudkan situasi pesta demokrasi lima tahunan yang aman, damai dan kondusif.
“Tolong lihat, tegur, dan awasi kalau anggota Polri sudah melenceng dari aturan, supaya bisa memperbaiki dan membenahi diri agar manjadi lebih baik lagi. Untuk membangun pemilu berjalan dengan baik, lancar, dan damai,” ujar Shandi.
Selain itu, Shandi juga mengajak kepada seluruh Pimred media untuk sama-sama bersinergi dalam memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat. Terutama terkait dengan sebaran informasi di media sosial yang bersifat hoaks.
“Kita harus bisa memberikan edukasi literasi sosialisasi kepada masyarakat agar kedepannya menjadi masyarakat yang patuh akan hukum, menjunjung tinggi etika, tata krama, kesantunan dan kejujuran, sertq lebih bijak dalam penggunaan media sosial, supaya tidak menjadi bumerang bagi pengguna media sosial tersebut,” pungkasnya.








