Prodesanews com | BENGKALIS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Bengkalis terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat melalui berbagai program inovatif. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar kegiatan Pembinaan Perpustakaan Masjid, yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Desember 2024, di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus dan pengelola masjid dari lima kecamatan di Kabupaten Bengkalis, yaitu Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, Siak Kecil, dan Bandar Laksmana. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis, Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos, MT, yang diwakili oleh Soleha, S.Pd.I., M.Pd., sebagai narasumber utama, turut hadir dalam acara tersebut. Selain itu, hadir juga Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Khaidir, serta Kasi Bimas Islam Mahzum, S.Ag, yang mendampingi jalannya kegiatan.
Pembinaan perpustakaan masjid ini tidak hanya terbatas pada pelatihan teknis, tetapi juga bertujuan memperkenalkan konsep pemanfaatan perpustakaan masjid sebagai pusat literasi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, perpustakaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga wadah untuk menyediakan berbagai jenis bacaan yang mendidik dan memperkaya pengetahuan. Dengan adanya pembinaan ini, pengelola masjid diharapkan dapat lebih baik dalam mengelola perpustakaan masjid secara optimal.

Soleha, S.Pd.I., M.Pd, selaku narasumber dari Dispersip Bengkalis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dispersip dalam mewujudkan program TPBIS yang digagas oleh pemerintah. Program ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai agen perubahan sosial yang tak hanya menyediakan informasi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melibatkan masjid sebagai pusat literasi di tengah-tengah masyarakat.
“Perpustakaan masjid memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan minat baca dan pengetahuan. Melalui pembinaan ini, kami berharap pengelola perpustakaan masjid dapat lebih kreatif dalam mengelola koleksi buku dan informasi yang berguna bagi jamaah dan masyarakat umum,” kata Soleha dalam sambutannya.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Dispersip Bengkalis dan Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Kakan Kemenag Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Khaidir, mengapresiasi langkah Dispersip dalam menggandeng masjid sebagai pusat literasi. Menurutnya, masjid yang merupakan tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak literasi di tingkat komunitas.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran bagi masyarakat. Dengan pembinaan ini, kami berharap pengelola masjid dapat memperkaya koleksi buku dan informasi yang bermanfaat, serta memaksimalkan fungsi perpustakaan masjid sebagai tempat yang memperluas wawasan jamaah,” ujar Drs. H. Khaidir.

Terpisah, Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos, MT, Kepala Dispersip Kabupaten Bengkalis, menjelaskan tujuan kegiatan ini dalam wawancara terpisah. Menurutnya, pembinaan perpustakaan masjid adalah langkah penting dalam meningkatkan literasi masyarakat Kabupaten Bengkalis.
“Kami percaya bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat literasi yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak pengelola masjid untuk melihat perpustakaan masjid bukan hanya sebagai tempat penyimpanan buku agama, tetapi sebagai pusat pengetahuan yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Literasi tidak hanya terbatas pada bacaan agama, tetapi juga mencakup keterampilan, kesehatan, dan pengembangan diri,” ujar Hendrik.
Hendrik juga menegaskan bahwa program TPBIS bertujuan mengubah persepsi masyarakat terhadap perpustakaan, dari sekadar tempat membaca menjadi pusat pemberdayaan sosial yang memberikan dampak langsung pada kualitas hidup. “Dengan perpustakaan masjid yang dikelola dengan baik, kami berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, produktif, dan sejahtera,” tambahnya.
Program TPBIS yang digagas Dispersip Bengkalis mengedepankan pentingnya perpustakaan sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dengan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan,” program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi yang bermanfaat, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup. Perpustakaan masjid, sebagai salah satu tempat yang mudah diakses oleh masyarakat, memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan ini, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.

📸 Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos, MT.
Kegiatan pembinaan ini juga memberi penekanan pada pentingnya pengelola perpustakaan masjid dalam memilih dan mengelola bahan bacaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Buku-buku tidak hanya terbatas pada agama, tetapi juga mencakup keterampilan hidup, kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga.
Pembinaan ini juga mengajarkan teknik pengelolaan perpustakaan masjid yang efektif, termasuk pengorganisasian koleksi, pemanfaatan teknologi, dan pembuatan program literasi yang menarik bagi pengunjung masjid. Dengan meningkatnya kapasitas pengelola, diharapkan perpustakaan masjid dapat lebih optimal dalam memberikan layanan literasi kepada masyarakat.
Dispersip Bengkalis berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa di berbagai kecamatan, memastikan seluruh pengelola masjid memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola perpustakaan. Program ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang cerdas, produktif, dan sejahtera melalui peningkatan literasi berbasis sosial.
Kegiatan pembinaan perpustakaan masjid oleh Dispersip Kabupaten Bengkalis ini adalah bagian dari upaya nyata pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan sejahtera. Melalui program TPBIS, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan peran perpustakaan masjid sebagai pusat literasi yang tidak hanya menyediakan bacaan agama, tetapi juga informasi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Dukungan terhadap pengelolaan perpustakaan masjid menjadi salah satu tonggak penting dalam menciptakan masyarakat yang memiliki akses luas terhadap pengetahuan, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada kesejahteraan bersama.








