Menu

Mode Gelap

Pemerintahan Daerah · 14 Mar 2022 13:01 WIB ·

Pemkab Bengkalis Gelar Rapat Terkait Kelangkaan Minyak Goreng


 Teks foto : Bupati Kasmarni diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah H. Heri Indra Putra didampingi Plt. Kadis Perindag Zulpan, ST, mengikuti rapat pembahasan kelangkaan stok minyak goreng di Kabupaten Bengkalis, Senin (14/03/2022). Perbesar

Teks foto : Bupati Kasmarni diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah H. Heri Indra Putra didampingi Plt. Kadis Perindag Zulpan, ST, mengikuti rapat pembahasan kelangkaan stok minyak goreng di Kabupaten Bengkalis, Senin (14/03/2022).

PRODESANEWS.COM | BENGKALIS-Kelangkaan minyak goreng menjadi topik pembahasan nasional pada beberapa minggu terakhir. Pasokan minyak goreng dengan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dinilai bisa mempengaruhi tingkat inflasi menjelang Ramadhan. Kondisi tersebut juga bakal mempengaruhi operasional usaha yang memerlukan minyak goreng sebagai komponen produksi.

Sebelumya, pemerintah sempat mengeluarkan mekanisme HET untuk minyak goreng curah, ditetapkan sebesar Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana, Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

HET minyak goreng yang diterapkan mulai 1 Februari 2022 lalu itu memang sempat membuat harga minyak goreng di pasaran turun. Namun, keberadaannya menjadi langka di pasaran. Akhirnya, pemerintah mencabut aturan mekanisme HET tersebut melalui Surat Edaran (SE) Kemendag. Anehnya, minyak goreng muncul kembali di pasaran, tetapi dengan harga yang melonjak tinggi mencapai 100 persen di sejumlah tempat di Riau, sehingga membuat warga seperti menelan ‘pil pahit’.

Khususnya untuk Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi serta solusi agar kelangkaan tersebut bisa diurai serta diminimalisir, mengingat sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan.

Foto : Pemkab Bengkalis akan segera memutuskan langkah-langkah yang akan diambil dalam waktu dekat terkait kelangkaan minyak goreng.

Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Kasmarni diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah H Heri Indra Putra bersama Plt Kadis Perindag Zulpan, ST mengadakan rapat membahas terkait kelangkaan stok minyak goreng di Kabupaten Bengkalis, Senin (14/03/2022), bertempat di Ruang Rapat Lantai II Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis.

Rapat dipimpin langsung oleh Heri Indra Putra selaku Asisten Perekonomian dan pembangunan bupati bengkalis, dalam membahas terkait upaya yang akan dilakukan.

Foto : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) H. Heri Indra Putra.

Heri Indra Putra mengatakan bahwa pemerintah akan segera memutuskan kebijakan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan minyak goreng di masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Bengkalis Gelar Pelatihan Karu dan Karom JCH 1443 H

“Pemerintah kabupaten Bengkalis akan memutuskan langkah-langkah apa yang akan diambil dalam waktu dekat ini, terkait masalah kelangkaan minyak goreng” tegasnya.

Foto : Plt Kadis Perindag Kabupaten Bengkalis, Zulpan ST.

Sementara itu, Plt Kadis Perindag Zulpan ST dalam paparannya mengatakan bahwa ia telah memerintahkan agar para distributor mendata stok serta kebutuhan masyarakat yang ada di kabupaten bengkalis yaitu para penyuplai minyak goreng, ia menyebutkan Diantara penyuplai tersebut adalah terdiri dari stok bulog, distributor, pedagang dan asosiasi dibutuhkan dari konsumsi rumah tangga disesuaikan dengan komoditas masing-masing.

“Kepada seluruh distributor agar segera mendata yang dibutuhkan minyak goreng oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkalis agar tidak terjadi permasalahan seperti sekarang ini”, pinta Zulpan.

Selain itu, Zulpan berharap agar masyarakat jangan ada yang melakukan tindakan yang kurang baik dengan melakukan penumpukan minyak goreng di rumah-rumah atau kedai eceran.

“Kami juga berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak menumpukkan minyak goreng dirumah agar masyarakat yang lainnya juga mendapatkannya,” Pungkasnya.

Ketua Komisi tiga DPRD Bengkalis H Adri ketika dimintai tanggapannya terkait kelangkaan minyak goreng mengatakan sebenarnya minyak sudah tidak langka lagi, yang menjadi masalahnya harga yang menjadi kontrol pemerintah dari harga yang di subsidi seolah menghilang

“harga yang dikontrol pemerintah itukan seolah olah menghilang dari peredaran, Sebenarnya minyak itu sudah tidak langka lagi. ketersediaannya sudah cukup namun kendala yang dihadapi masyarakat itu harganya kan harga pasar bukan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah lagi,” ujarnya.

Foto : Ketua Komisi tiga DPRD Kabupaten Bengkalis H Adri.

Terkait hal tersebut H Adri mengaku bahwa masalah tersebut sudah dibahas dalam rapat kerja DPR RI dengan Deperindag. “Kalau kita lihat di tv DPR RI komisi 6 juga sedang bekerja sama dengan deperindag untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Baca Juga:  Ini Harapan Bupati Bengkalis Saat Resmikan Outlet Tol Permai KM 65

Ia juga mengatakan, bahwa harga yang akan dikontrol pemerintah adalah minyak curah yang disubsidi pemerintah bukan minyak kemasan karena yang menjadi kekhawatiran di lapangan minyak curah akan dimainkan dengan kemasan palsu akibatnya minyak akan menjadi langka kembali.

“Kedepan kalau kita lihat yang mau dikontrol itu adalah minyak curah, minyak kemasan akan berlaku dengan harga kemasan, kita juga bukan tidak khawatir dengan hanya disubsidi minyak curah ini karena kadang pelaku-pelaku dalam tanda kutip di lapangan dia kan bisa buat kemasan minyak curah di kemasannya tentu bisa dijual dengan harga tinggi sehingga minyak curah bisa menjadi langka juga dilapangan nah ini juga yang perlu menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya.

Lanjut H Adri, selaku mitra disperindag, dirinya telah melakukan diskusi bersama kadisperindag Zulpan terkait menghadapi bulan ramadhan, diantaranya dengan mengadakan kegiatan pasar murah dan salah satu itemnya adalah minyak goreng.

“Disperindag selaku mitra komisi tiga, kami juga sudah berdiskusi dengan pak Zulpan bahwa salah satunya dalam menghadapi bulan ramadhan akan ada semacam pasar murah mungkin salah satu itemnya akan difokuskan kepada minyak goreng,” ujarnya.

Ini mungkin satu gambaran yang dilakukan kabupaten, ini kan ranahnya nasional yang lebih dominannya tentu DPR RI , dan itu kita lihat DPR RI dari komisi 6 juga telah berdiskusi dengan pemerintah daerah, kata H Adri mengakhiri pembicaraan.

Teks foto : Minyak goreng mulai mengalami kenaikan dari harga HET sebelumnya.

Sementara itu, menanggapi kelangkaan minyak goreng yang terjadi pada masyarakat, salah seorang pemilik toko sembako dan juga penjual minyak goreng di pulau Bengkalis, mengatakan bahwa beberapa waktu lalu sempat terjadi kekurangan stok namun saat ini ia menjual minyak goreng dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga:  Lestarikan Tradisi, Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok

“Kemarin kita jual dengan harga yang ditetapkan pemerintah 14 ribu perkilo bang, ini karena jumlah stok yang masuk ke kita tidak banyak makanya kita batasi satu orang bisa beli 2 bungkus saja satu bungkus 2 kg,” ujar Adwi pemilik toko harian di jalan kelapapati ini.

Adwi berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan masalah kelangkaan ini secepatnya, karna menurutnya akan bakal berat kedepannya kalau tidak segera diselesaikan karena kebutuhan masyarakat yang akan menghadapi bulan puasa dan hari raya idul fitri.

“Semoga pemerintah dapat segera menyelesaikannya ya bang, karna kita lihat bentar lagi mau puasa dan lebaran pasti kebutuhan minyak makan akan banyak, kalau langka kesian konsumennya” ujarnya.*(adv)

Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bersama Wagub, Bupati Kasmarni Ikuti Apel Bersama Di Ponpes Nurul Hidayah

2 Agustus 2022 - 16:25 WIB

Menyongsong Tahun Baru Hijriyah, Bupati Bengkalis Lepas Ribuan Peserta Pawai Taa’ruf

31 Juli 2022 - 11:53 WIB

Kabar Gembira, Pelabuhan BSSR Selat Baru Resmi Bebas Visa

27 Juli 2022 - 09:40 WIB

Seramai 101 Kafilah MTQ Kabupaten Bengkalis Berangkat ke Negeri Seribu Kubah

22 Juli 2022 - 11:32 WIB

Lawatan Wabup ke Siak Kecil, Ada Petani Padi di Antara Perkebunan Sawit

5 Juli 2022 - 16:15 WIB

Ikut Rakor Bersama Gubernur Se-Sumatera, Bupati Kasmarni Bahas 5 Poin Penting

30 Juni 2022 - 13:15 WIB

Trending di Pemerintahan Daerah