PRODESANEWS.COM | PEDEKIK– Kepala desa pedekik, Syaifullah menghadiri kegiatan kenduri syukuran dalam rangka mengahadapi masuknya bulan ramadan di musholla sabilhuda pada rabu, (30/3/2022).
Kenduri syukuran dihadiri oleh KH Gufronudin merupakan imam besar masjid istiqomah selaku penceramah serta memimpin tahlil dan doa.
Dalam sambutannya, Syaifullah mengatakan bahwa saat ini pemerintah kabupaten bengkalis telah mengarahkan agar setiap desa di kabupaten bengkalis mengangkat nama yang menjadi ke khasan pada desa tersebut sehingga bisa menjadi icon.
“Pemerintah desa pedekik kita dituntut bagaimana desa kita punya icon, terkait hal itu sesuai dengan keadaan kita, berupaya mengangkat nama desa religi menjadi icon” ujar Syaifullah.
Alasan mengusulkan nama desa religi menjadi Icon bukan tanpa alasan yang kuat, menurutnya selama ini di desa pedekik untuk aktifitas keagamaan bisa dikatakan yang paling aktif sehingga bisa dikatakan selam 7 hari tak pernah sepi dari aktifitas keagamaan.
“Setiap malam bisa dikatakan tidak pernah sepi dari aktifitas keagamaan baik dari kegiatan anak-anak mengaji, aktifitas jamaah tabligh, jamaah thoreqoh, hingga majlis sholawat,” katanya.
Ia menambahkan,”Kita telah menerima masukan dari pihak kecamatan untuk mengangkat nama desa religi di desa pedekik, makanya kami mohon masukan dari orang-orang tua kita,” katanya.
Pada kesempatan itu juga Syaifullah menyampaikan bahwa pada bulan ramadan kali ini pemerintah desa pedekik akan menggelar safari ramadhan pada 10 rumah ibadah diantaranya 6 masjid dan 4 musholla di desa pedekik.
“Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan bahwa pada bulan ramadan kali ini pemerintah desa akan melakukan kegiatan safari ramadan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, “Atas nama pribadi dan pemerintah desa jika selama ini banyak kurangnya pelayanan serta adanya salah dan silap pada kesempatan ini kami mohon maaf,” ujarnya.
Sementara itu, KH Gufronuddin dalan ceramahnya menyinggung usulan nama desa religi yang akan disematkan pada desa pedekik, menurutnya ia sangat setuju dengan catatan kalau sembilan puluh persen laki-laki yang sudah baligh solat kemesjid semua untuk berjamaah.
“Saya sangat setuju sekali tapi dengan catatan sembilan puluh persen laki-laki yang sudah baligh semuanya solat kemesjid berjamaah,” ujarnya.*(rafii)








