Prodesanews.com | PEKANBARU – Sebagaimana diketahui, Indeks Desa Membangun sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2016 menunjukkan status kemajuan dan kemandirian Desa serta menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa di seluruh Indonesia.
Ada tiga kriteria dalam menunjukkan status kemajuan sebuah desa, diantaranya Desa Mandiri, yaitu adanya kemampuan suatu desa dalam melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan.
Kemudian Desa Maju,yaitu desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, serta kemampuan mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, dan menanggulangi kemiskinan.
Selanjutnya Desa Berkembang, yaitu desa yang berpotensial menjadi Desa Maju, ditandai dengan memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, tetapi belum mengelolanya secara optimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan.
Di Provinsi Riau, pemerintah telah berupaya dan berhasil mengentaskan Desa Sangat Tertinggal dan Desa Tertinggal, serta melakukan percepatan pembangunan desa, sehingga seluruh desa-desa di Riau tahun 2023 lalu telah memiliki Status Desa Berkembang, Desa Maju, dan Desa Mandiri.
Hai ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMDDukcapil) Provinsi Riau, Djoko Edy Imhar. Ia mengatakan, kondisi tersebut mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan status kemajuan dan kemandirian desa pada tahun 2022 lalu berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDTT RI Nomor 80 tahun 2022.
“Atas raihan tersebut, maka status perkembangan desa (IDM) Provinsi Riau adalah Maju dengan skore IDM 0,7708 dan berada pada peringkat 7 dari 36 provinsi di Indonesia, yang sebelumnya pada tahun 2022 berada pada peringkat 17 dari 33 provinsi di Indonesia dengan status IDM berkembang dengan skor IDM 0,7012,” ujar Djoko beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat berkomitmen serta terus berupaya hadir mensejahterakan masyarakat desa yang ada di Bumi bergelar Lancang Kuning tersebut.
“Pada tahun 2023, terdapat desa berstatus mandiri dengan jumlah 600 Desa Mandiri. Ini mengalami peningkatan dari tahun 2022 lalu yang hanya memiliki 159 Desa Mandiri,” kata SF Hariyanto di Pekanbaru, pada Senin (18/3/2024) kemarin.
Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemprov Riau ini telah membuahkan hasil, sehingga meraih peringkat 7 Nasional dalam membangun desa. Hal tersebut berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang tertuang dalam Keputusan Menteri Desa PDTT RI Nomor 176 tahun 2023 tentang pemberian penghargaan percepatan pembangunan desa.
“Capaian ini tentunya tidak terlepas dari Program Bantuan Keuangan Khusus Pemprov Riau kepada Desa (BKK Desa) yang telah disalurkan sampai dengan tahun 2023 lalu. Bantuan tersebut menjadi salah satu kunci desa di Riau untuk berkembang memajukan dan memandirikan desa,” pungkas SF Hariyanto.(mcr)








