Menu

Mode Gelap

Sorot · 21 Okt 2023 12:27 WIB ·

Kunjungi Bank Sampah Binaan PHR, Masyarakat Petapahan Belajar Mengelola Sampah


 ? Bank Sampah Pematang Pudu Bersih binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dikunjungi elemen masyarakat dari Desa Petapahan, Kabupaten Kampar untuk belajar dan berbagi ilmu dalam pengelolaan sampah yang baik untuk mendongkrak ekonomi masyarakat. Perbesar

? Bank Sampah Pematang Pudu Bersih binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dikunjungi elemen masyarakat dari Desa Petapahan, Kabupaten Kampar untuk belajar dan berbagi ilmu dalam pengelolaan sampah yang baik untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

Prodesanews.com | DURI — Dari tangan Lambas, barang-barang bekas disulap jadi barang berkelas. Pemilik nama lengkap Lambas Hutabarat ini merupakan salah satu local heroes binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan yang sukses menggawangi Bank Sampah Pematang Pudu Bersih hingga maju dan mandiri.

Bank sampah yang berlokasi di Duri, Kabupaten Bengkalis tersebut dikunjungi Kepala Desa, Perangkat hingga masyarakat Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar pada Kamis, 19 Oktober 2023 lalu.

Disana mereka diberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang benar untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Desa Petapahan akan memiliki program bank sampah yang akan menjadi sarana untuk pengelolaan lingkungan yang lebih bersih dan menjadi gagasan baru di wilayah tersebut.

Kepala Desa (Kades) Petapahan, Said Aidil Usman SE mengatakan bahwa banyak ilmu yang didapatkan dari kunjungan ke Bank Sampah Pematang Pudu Bersih tersebut.

“Program ini tentunya bagus untuk mendongkrak ekonomi dan semangat masyarakat, sehingga menghasilkan lapangan pekerjaan dan peningkatan ekonomi,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Kades Petapahan turut membawa Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT hingga unsur masyarakat. Mereka belajar dan mendengarkan langsung inspirasi dari Lambas yang telah sukses membawa Bank Sampah Pematang Pudu menjadi berkembang.

“Tentunya ini menjadi pengalaman dan nanti akan kita terapkan bersama. Kami kembali ke desa dan akan musyawarah untuk mewujudkannya,” tutur Kades. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PHR yang telah memfasilitasi kunjungan dalam rangka edukasi tersebut.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Pematang Pudu Bersih Lambas Hutabarat mengatakan, dalam pengelolaan sampah mesti ada kolaborasi kuat. Dalam pengelolaannya, mesti memiliki misi untuk lingkungan, lalu yang kedua tentang ekonomi.

Baca Juga:  Ini Empat Calon Direktur PERUMDA yang Dinyatakan Lulus Administrasi Oleh Pansel

“Jadi semua dimulai dari niat dan kemampuan kita. Seperti bank sampah ini dulu juga tidak besar, dari kecil kami merintis dan dibina oleh PHR WK Rokan. Namun tentu mesti dibarengi dengan SDM yang kuat dan sungguh-sungguh sehingga dapat membuka wawasan untuk mengelola bank sampah yang baik dalam peningkatan ekonomi,” kata Lambas.

Kini, Lambas berhasil membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui bank sampah tersebut. Ide awal pembentukan bank sampah ini berawal dari sebuah keinginan sederhana, yakni membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan tempat tinggal dan bergotong-royong membersihkan lingkungan dari sampah.

“Dari sanalah kemudian timbul pemikiran untuk mendirikan bank sampah, yang tidak hanya bermanfaat dalam penanganan sampah, tapi juga memberikan hasil ekonomi bagi masyarakat. Program ini bertujuan mengurangi volume sampah dengan cara mengelola dan memanfaatkan sampah sebagai sumber penghasilan tambahan,” tutur Lambas.

Dalam pengelolaannya, masyarakat diajarkan bagaimana memilah sampah organik dan non-organik sebelum disetorkan ke bank sampah. Biasanya, sampah non organik dapat didaur ulang. Sementara sampah non organik dapat dijadikan menjadi pupuk kompos sehingga bernilai ekonomis.

Kisah keberhasilan pria itu dimulai dari nol hingga menjadi maju dan mandiri, bahkan kini memiliki omzet yang fantastis. Di samping kesuksesan itu, ia juga berhasil membina sekaligus menginspirasi ratusan masyarakat di lingkungan tempat dia tinggal. Pola-pola yang diterapkannya itu berhasil menularkan semangat untuk maju dan mandiri. Siapa sangka, Lambas yang dulunya seorang buruh berpenghasilan terbatas, kini mampu meraup lebih dari Rp30 juta omzet per bulan dari hasil pengelolaan sampah tersebut.

Terpisah, Corporate Secretary PHR WK Rokan Rudi Ariffianto mengatakan, bahwa selain berfokus pada operasi yang andal dan selamat PHR juga turut memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Rudi mengaku bangga melihat perkembangan Bank Sampah Pematang Pudu Bersih binaan PHR WK Rokan yang telah berhasil dan mampu menularkan semangatnya kepada masyarakat secara luas.

Baca Juga:  Tim Desk Pemilukada Bengkalis Siap Awasi Pilkada Serentak 2024

“Kami turut berbangga, dan semoga program CSR PHR WK Rokan secara keseluruhan dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas, serta menularkan nilai-nilai positif untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, bank sampah yang dikelola Lambas ini merupakan program TJSL PT Pertamina Hulu Rokan di bidang lingkungan hidup. Selain bidang tersebut, TJSL juga berfokus pada bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, dan bantuan pasca bencana.(ril)

Artikel ini telah dibaca 346 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO

Polisi Tangkap Pria di Bengkalis, Ngaku Beli Sabu dari Perempuan

21 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Polisi menangkap pria berinisial YR dalam kasus dugaan penyalahgunaan sabu di Bengkalis

Polres Bengkalis Ungkap Lima Kasus Narkotika, 9 Orang Diamankan

20 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Satresnarkoba Polres Bengkalis mengungkap lima perkara narkotika dalam tiga hari dengan barang bukti sabu dan ganja.

Anak 6 Tahun Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum PNS di Rupat

18 Agustus 2026 - 17:17 WIB

penanganan dugaan pencabulan anak di Kecamatan Rupat, Bengkalis.

Karhutla Bengkalis Meluas, 23,5 Hektare Lahan Terdampak

18 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Tim gabungan menangani karhutla di Kabupaten Bengkalis
Trending di Sorot