Menu

Mode Gelap

Sorot · 6 Apr 2026 22:10 WIB ·

Krisis Air Bersih Memuncak, DPRD Bengkalis Deadline PDAM


 📸 Rapat DPRD Bengkalis membahas evaluasi kinerja PDAM Tirta Terubuk terkait gangguan distribusi air bersih.
Perbesar

📸 Rapat DPRD Bengkalis membahas evaluasi kinerja PDAM Tirta Terubuk terkait gangguan distribusi air bersih.

Prodesanews.com | Bengkalis – Gangguan distribusi air bersih di Bengkalis kembali memicu tekanan keras DPRD terhadap PDAM Tirta Terubuk. Dalam rapat lintas komisi, Senin (6/4/2026), dewan memberi tenggat tiga bulan untuk menyelesaikan persoalan yang belum tertangani.

Untuk ketiga kalinya dipanggil, manajemen PDAM kembali menjalani evaluasi terbuka. Namun hingga kini, langkah konkret belum terlihat, sementara pelayanan di lapangan masih terganggu.

Kondisi tersebut diperburuk keadaan sumber air baku yang belum pulih dan mengalami sedimentasi lumpur. Situasi ini membuat distribusi tidak stabil, sekaligus menunjukkan lambatnya respons penanganan di tingkat teknis maupun manajerial.

Dari sisi kebijakan, DPRD menilai tidak ada lagi ruang untuk pengulangan alasan dalam penanganan krisis tersebut. Anggota Komisi III DPRD Bengkalis, Fakhtiar Qodri, menegaskan yang dibutuhkan adalah keputusan yang segera dijalankan.

“Air adalah kebutuhan pokok. Tidak ada ruang untuk alasan yang terus diulang. Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlambatan penanganan tidak hanya berdampak pada layanan, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap PDAM.

“Kalau terus begini, bukan hanya air yang tidak mengalir, tapi kepercayaan publik juga ikut hilang,” katanya.

📸 Fakhtiar Qodri.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis, Rendra Wardana menilai pembahasan berulang tidak diikuti perbaikan di lapangan. Dari kondisi itu, DPRD memberi batas waktu tiga bulan sebelum evaluasi lanjutan diambil.

“Tiga kali rapat, tapi tidak ada pergeseran. Kami beri waktu tiga bulan; jika tidak ada hasil, mundur adalah konsekuensi,” ujarnya.

Selain kinerja operasional, ia juga menyoroti persoalan waduk yang mengalami sedimentasi dan belum ditangani secara strategis.

Sementara itu, dari perspektif kerja lapangan, Anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Firman, menilai PDAM masih bergerak lambat di tengah situasi krisis.

Baca Juga:  Kejari Bengkalis Menang Praperadilan Kasus Dugaan Korupsi Kredit Riau Kepri

“Kalau hal sederhana saja tidak bergerak, bagaimana mau bicara solusi besar,” ujarnya.

Pandangan serupa juga muncul terkait kesenjangan antara perencanaan dan realisasi. Anggota Komisi II lainnya, Hendra Jeje, menilai kebutuhan masyarakat tidak sejalan dengan lambatnya eksekusi di lapangan.

“Rencana terus ada, tapi hasil tidak terlihat. Masyarakat butuh air hari ini, bukan janji,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD meminta PDAM membuka kondisi teknis dan keuangan secara transparan serta menyusun peta kerja dengan target waktu terukur, baik jangka pendek maupun panjang.[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemenkes Kaji Usulan Pemkab Bengkalis Bangun RSUD Bukit Batu

27 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso saat audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan.

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO

Polisi Tangkap Pria di Bengkalis, Ngaku Beli Sabu dari Perempuan

21 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Polisi menangkap pria berinisial YR dalam kasus dugaan penyalahgunaan sabu di Bengkalis

Polres Bengkalis Ungkap Lima Kasus Narkotika, 9 Orang Diamankan

20 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Satresnarkoba Polres Bengkalis mengungkap lima perkara narkotika dalam tiga hari dengan barang bukti sabu dan ganja.

Anak 6 Tahun Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum PNS di Rupat

18 Agustus 2026 - 17:17 WIB

penanganan dugaan pencabulan anak di Kecamatan Rupat, Bengkalis.
Trending di Hukrim