Menu

Mode Gelap

Terkini · 4 Des 2024 16:32 WIB ·

Kolaborasi Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sungai Batang


 Rapat koordinasi Perbesar

Rapat koordinasi

Sungai Batang – Dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, UPT Puskesmas Pematang Duku bersama Pemerintah Desa Sungai Batang menggelar rapat koordinasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (4/12) di aula desa Sungai Batang, dihadiri sejumlah pihak terkait.

Rapat ini bertujuan meningkatkan peran masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, dalam mendukung perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Beberapa langkah strategis yang dibahas mencakup penyediaan transportasi bagi ibu hamil menuju fasilitas kesehatan, pengelolaan dana sehat, serta pembentukan kelompok pendonor darah.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kematian ibu dan bayi. Kami harap tokoh masyarakat dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar Bidan Rini Dwi Anggraini dari UPT Puskesmas Pematang Duku.

Bidan Rini bersama rekannya, Bidan Novi Pratiwi, menjadi fasilitator dalam diskusi yang dihadiri Penjabat Kepala Desa Sungai Batang, Ketua Tim Penggerak PKK desa, bidan desa, kader posyandu, dan para tokoh masyarakat. Mereka memaparkan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat persalinan.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pengembangan tabungan ibu bersalin (tabulin). Inisiatif ini bertujuan memastikan ketersediaan dana bagi ibu hamil, sehingga dapat mengurangi kendala finansial saat menghadapi persalinan.

Selain itu, pembentukan kelompok pendonor darah juga menjadi perhatian utama. “Kebutuhan darah kerap menjadi kendala mendesak dalam proses persalinan. Dengan adanya kelompok pendonor, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan lebih cepat,” jelas Bidan Novi.

Penjabat Kepala Desa Sungai Batang, Budiman,SE, MM turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Ia mengimbau seluruh pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan desa yang ramah terhadap ibu hamil dan bayi.
“Tentunya kami sangat mendukung, semoga ini menjadi kolaborasi yang menguatkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Seleksi Petugas Haji Riau 2025 Dibuka, 783 Peserta Daftar Secara Nasional

Kader posyandu dan tokoh masyarakat yang hadir menyambut positif inisiatif ini. Mereka menilai kolaborasi yang melibatkan masyarakat akan menciptakan dampak yang lebih signifikan dibandingkan jika hanya mengandalkan peran tenaga kesehatan.

Rapat ini juga menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan pelatihan dan sosialisasi lanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait pencegahan komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

Dengan kolaborasi yang terbangun, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Desa Sungai Batang dapat ditekan secara signifikan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang.

 

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jangkang Jadi Model Kampung Bebas Narkoba Polres Bengkalis

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kapolres Bengkalis menegaskan Desa Jangkang sebagai model kampung bebas narkoba

Polisi Bongkar Kasus Sabu di Rupat, 4 Orang Diciduk

16 April 2026 - 11:15 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti narkoba Rupat dalam Operasi Antik 2026

BNN-BRIN Kejar Lonjakan Narkotika Baru NPS Lewat Riset

16 April 2026 - 08:00 WIB

Pertemuan BNN dan BRIN membahas riset narkotika baru NPS di Jakarta

Pengedar Sabu Bernyanyi, Polisi Buru Bandar ke Sumbar

15 April 2026 - 20:20 WIB

Dua tersangka pengedar sabu Bathin Solapan berinisial S.T dan S.S saat diamankan di Mapolres Bengkalis.

Dapur Mewah di Atas Jalan Berlumpur

15 April 2026 - 16:52 WIB

Kendaraan Listrik Operasional MBG dan Ironi Guru di Jalan Lumpur

Elegansi Limbah di Panggung MTs Raudhatut Thullab Siak Kecil

15 April 2026 - 13:00 WIB

Siswa MTs Raudhatut Thullab mengenakan kostum dari barang bekas saat perayaan Milad MTs Raudhatut Thullab ke-36 di Bengkalis.
Trending di Pendidikan