Sungai Batang – Dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, UPT Puskesmas Pematang Duku bersama Pemerintah Desa Sungai Batang menggelar rapat koordinasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (4/12) di aula desa Sungai Batang, dihadiri sejumlah pihak terkait.
Rapat ini bertujuan meningkatkan peran masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, dalam mendukung perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Beberapa langkah strategis yang dibahas mencakup penyediaan transportasi bagi ibu hamil menuju fasilitas kesehatan, pengelolaan dana sehat, serta pembentukan kelompok pendonor darah.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kematian ibu dan bayi. Kami harap tokoh masyarakat dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar Bidan Rini Dwi Anggraini dari UPT Puskesmas Pematang Duku.
Bidan Rini bersama rekannya, Bidan Novi Pratiwi, menjadi fasilitator dalam diskusi yang dihadiri Penjabat Kepala Desa Sungai Batang, Ketua Tim Penggerak PKK desa, bidan desa, kader posyandu, dan para tokoh masyarakat. Mereka memaparkan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat persalinan.
Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pengembangan tabungan ibu bersalin (tabulin). Inisiatif ini bertujuan memastikan ketersediaan dana bagi ibu hamil, sehingga dapat mengurangi kendala finansial saat menghadapi persalinan.
Selain itu, pembentukan kelompok pendonor darah juga menjadi perhatian utama. “Kebutuhan darah kerap menjadi kendala mendesak dalam proses persalinan. Dengan adanya kelompok pendonor, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan lebih cepat,” jelas Bidan Novi.
Penjabat Kepala Desa Sungai Batang, Budiman,SE, MM turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Ia mengimbau seluruh pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan desa yang ramah terhadap ibu hamil dan bayi.
“Tentunya kami sangat mendukung, semoga ini menjadi kolaborasi yang menguatkan,” ujarnya.
Kader posyandu dan tokoh masyarakat yang hadir menyambut positif inisiatif ini. Mereka menilai kolaborasi yang melibatkan masyarakat akan menciptakan dampak yang lebih signifikan dibandingkan jika hanya mengandalkan peran tenaga kesehatan.
Rapat ini juga menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan pelatihan dan sosialisasi lanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait pencegahan komplikasi selama kehamilan dan persalinan.
Dengan kolaborasi yang terbangun, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Desa Sungai Batang dapat ditekan secara signifikan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang.








