Prodesanews.com | BENGKALIS – Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, S.E., M.IP., turun langsung ke sejumlah titik di Kecamatan Mandau dalam rangkaian reses masa sidang III tahun 2025. Selama enam hari berturut-turut, mulai 8 hingga 13 Juli 2025, ia menyerap berbagai aspirasi warga terkait infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga kebutuhan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dimulai pada Selasa (8/7), di Jalan Dahlia 2, Kelurahan Balik Alam pukul 14.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Septian didampingi oleh Sekretaris DPRD Bengkalis, Rafiardhi Ikhsan. Agenda dilanjutkan ke titik kedua pada pukul 16.00 WIB, di Jalan Jawa Gang Taqwa, Kelurahan Gajah Sakti.
Hari berikutnya, Rabu (9/7), reses berlanjut di Kelurahan Talang Mandi. Warga Jalan Kesuma Bakti menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Pada hari yang sama, Septian juga bertemu dengan warga RW 09 di lokasi yang sama, kemudian menuju Jalan Bakti Gang Sentosa RT 04/RW 16, Kelurahan Pematang Pudu, pukul 16.00 WIB.
Dalam setiap pertemuan, sejumlah isu krusial muncul. Salah satunya terkait jalan lingkungan yang rusak dan butuh penanganan cepat. Selain itu, warga mengusulkan penambahan fasilitas kebersihan, lampu penerangan jalan, serta pembangunan drainase untuk mencegah genangan air.
Kelompok ibu rumah tangga juga menyampaikan harapan mereka agar pemerintah daerah memberikan lebih banyak ruang untuk program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Aspirasi lain yang turut disuarakan mencakup isu kesehatan lingkungan dan penguatan program sosial ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Septian menegaskan bahwa reses menjadi sarana penting bagi wakil rakyat untuk menjaring secara langsung harapan masyarakat. Ia menampik anggapan bahwa kegiatan ini hanya seremonial belaka.
“Reses adalah kesempatan kami untuk memastikan bahwa suara rakyat benar-benar terdengar dan diperjuangkan. Aspirasi yang kami terima akan dibawa ke forum resmi di DPRD, dan kami dorong agar menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah,” ujarnya.
Warga menyambut hangat kehadiran Ketua DPRD di tengah-tengah mereka. Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan ini memperkuat kedekatan antara DPRD dan konstituen. Respons positif masyarakat juga menunjukkan pentingnya kehadiran langsung pemimpin dalam mendengar persoalan yang terjadi di tingkat akar rumput.
Bagi DPRD Bengkalis, reses merupakan bagian tak terpisahkan dari fungsi representasi dan pengawasan. Ketua DPRD memastikan bahwa aspirasi yang dihimpun dari lapangan akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah.
“Semua masukan akan kami kawal agar tidak hanya tercatat, tapi benar-benar menjadi bagian dari kebijakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat,” tambah Septian.
Melalui kegiatan ini, DPRD Bengkalis mempertegas komitmennya untuk menjalankan peran sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Pendekatan yang langsung menyentuh warga di lapangan diharapkan mampu mempercepat solusi terhadap persoalan yang selama ini kerap luput dari perhatian.
[pnc/ril]








