BENGKALIS,Prodessnews.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melakukan pemantauan secara khusus serta melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap beberapa titik api yang terpantau dan beresiko menyebabkan terjadinya kebakaran, Kamis, (13/4/2023).
Di kecamatan Bandar Laksmana terpantau terdapat 2 titik api yaitu di desa Tanjung Leban dan desa Bukit Kerikil, di kecamatan Pinggir ditemukan tiga titik api yaitu di Desa Pangkalan Libut, dan desa Buluh Apo, di kecamatan Rupat ditemukan tujuh titik api, yaitu Kelurahan Tanjung Kapal, desa Dungun baru, dan Desa Teluk Lecah, serta di Kecamatan Bantan 5 titik api di desa Kembung Baru.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bengkalis Sufandi mengatakan di Desa Kembung Baru tepatnya di Jl. Akit jaya pada Koordinat : 1.3847 102.42216 telah terkadi kebakaran lahan yang menyebabkan hampir 45 hektar lahan terbarkar dan proses usaha pemadaman dan pedinginan masih diusahakan oleh Tim Gabungan Dari BPBD, TNI, POLRI dan MPB.
“Telah muncul kembali titik api bekas kebakaran hutan dan lahan di desa Kembung luar dimana pada hari Senin 10 april 2023 Pusdalops mendeteksi adanya timbul titik hotspot di bekas kebakaran yang pernah terjadi dengan tikor 1.38672, 102.42587 dan langsung menuju lokasi ± pada pukul 13.30 Senin 11 April 2023 Wib untuk dilakukan pemantauan melalui drone,” ujar Sufandi.
Menurut Sufandi berdasarkan pemantauan melalui drone pemadaman hanya bisa dilakukan melalui heli water bombong karna lokasi titik api sulit di akses melalui jalur darat oleh petugas.
“Setelah melihat hasil drone titik api/asap muncul ditengah tengah, perbatasan antara kecamatan Bantan dan Bengkalis, perbatasan desa kembung luar dengan kelemantan, dan perbatasan desa kembung baru dan kelemantan barat, dan pemadaman titik api yang berada ditengah tidak bisa diakses melalui jalur darat oleh petugas yang ada, pemadaman akan efektif dilakukan dengan cara menggunakan heli water bombing,” ujarnya.
Di Kecamatan Siak Kecil, sama halnya yang terjadi di kecamatan Bantan, Satgas Karhutla juga sedang melakukan upaya pendinginan dan pemadaman pada titik api yang terpantau tepatnya di
Desa Lubuk Gaung, Dusun Rumbai jaya RT 24/RW 12 pada Koordinat : 1,1117N 101,9598E.
“Terjadi kebakaran Hutan dan Lahan (Semak Belukar) di desa lubuk gaung dusun rumbai jaya pada malam hari Rabu 12 April 2023 sekitar Pukul 20.00 WIB, setelah mendapati laporan dari masyarakat lubuk gaung di karenakan malam hari dan akses jalan yang jauh pemadaman dilakukan besok pagi,” ungkap Sufandi.
Upaya sigap terus dilakukan guna menghindari kebakaran yang lebih luas, tim langsung ke TKP.
“Pada hari ini kamis 13 April 2023 BPBD Siak Kecil dan tim pemadam langsung menuju TKP dan melakukan pemadaman dan pendinginan, dikarenakan titik api sudah tidak ada, Alhamdulillah api dapat dipadamkan,” Ujar Sufandi.
Sementara itu, di kecamatan Rupat kejadian serupa juga terjadi, tepatnya di Jl. Perjuangan RT. 11 /RW.04 Desa Teluk Lecah Kecamatan Rupat pada Titik Koordinat : 1,87500 N 101.68559, upaya pemadaman serta pendinginan juga sedang dilakukan tim satgas Kerhutla, melalui kerja keras bersama api berhasil di padamkan
“Tim Gabungan Satgas Karhutla yang terdiri dari beberapa unsur BPBD, TNI, Polri, Damkar, Satpol PP dan Masyarakat langsung melakukan upaya penyekatan titik api agar tidak meluas, selanjutnya melakukan upaya pemadaman dan pendinginan,” ujarnya.
Masih di Kecamatan Rupat tepatnya di desa Teluk lecah, juga terjadi hal serupa yang mengakibatkan sejumlah lahan warga terbakar, dan hingga saat ini upaya pendinginan juga telah di lakukan oleh petugas.
“PUSDALOPS-PB Kec. Rupat mendapat laporan dari TNI pada hari Kamis tgl 13 April 2023 sekitar pukul -+ 13.00 wib, Telah Terjadi Kebakaran Perkebunan sawit dan semak belukar di Jl. Perjuangan RT.11 RW 4 Desa Teluk Lecah Kec.Rupat, dan memasuki hari ke 1, Di lokasi kebakaran masih terdapat titik api dan asap Tim gabungan masih melakukan pemadam., Pemadaman sulit dilakukan karena angin kencang dan sumber air sulit,” ujarnya
Dengan banyaknya titik titik api yang terdapat beberapa kecamatan di Kebupaten Bengkalis tentunya menjadi ancaman bagi warga Bengkalis, terkait hal tersebut, mantan Camat Bantan ini menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu tanggap terhadap situasi terjadinya Karhutla serta segera melaporkan kepada Satgas karhutla jika ditemukan indikasi akan terjadinya Karhutla.
“Kita menghimbau kepada masyarakat agar selalu tanggap terhadap kemungkinan terjadinya Karhutla serta segera melalpor kepada petugas terhadap kemungkinan terjadinya Karhutla,” tutup nya.(Rf)








