BENGKALIS — Stand bazar milik Karang Taruna Desa Meskom sukses menarik perhatian pengunjung selama gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis. Dalam perhelatan akbar yang dipusatkan di Pasir Andam Dewi itu, omzet penjualan UMKM Meskom tembus hingga jutaan rupiah.
Ketua Karang Taruna Desa Meskom, Muhammad Afdal, mengungkapkan bahwa momentum MTQ menjadi peluang emas bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk bangkit dan menunjukkan potensi produk unggulan desa.
“Pelaku UMKM adalah roda penggerak ekonomi kerakyatan. Mereka tidak hanya membuka lapangan kerja, tapi juga memberi warna dalam geliat ekonomi lokal,” ungkap Afdal saat ditemui di lokasi bazar, Sabtu (5/7/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tak lepas dari sinergi dan dukungan berbagai pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang memberi ruang dan fasilitas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Menurut Afdal, semangat ini selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan UU No. 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif yang menekankan pentingnya peran sektor usaha kecil dalam pembangunan ekonomi nasional.
Di stand Karang Taruna Meskom, berbagai produk lokal ditampilkan, mulai dari camilan khas, aksesoris handmade, hingga produk kerajinan rumah tangga. Rata-rata produk habis terjual tiap malam, terutama saat puncak kunjungan MTQ.
Pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Bengkalis, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Riau yang hadir menyaksikan perhelatan religius tahunan tersebut. Antusiasme ini mendorong transaksi penjualan yang signifikan.
“Kami sangat terbantu dengan outlet yang disiapkan panitia. Ini bukti nyata dukungan pemerintah terhadap anak muda dan pelaku UMKM,” tambah Afdal.
Atas nama Karang Taruna Meskom, ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bengkalis Kasmarni, seluruh jajaran panitia, serta pihak-pihak yang telah memfasilitasi bazar UMKM dalam rangkaian MTQ ke-43 ini.
Dengan capaian ini, Afdal berharap semangat mendukung UMKM tak hanya berhenti di event seremonial, namun berlanjut pada program nyata yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat desa.








