Prodesanews.com | BENGKALIS – Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, S.I.K., M.I.K., meninjau sejumlah titik embung, kanal blok, dan menara pantau di Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, Senin (21/4), sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Bengkalis.
Peninjauan tersebut turut diikuti Wakapolres Kompol Anton Rama Putra, S.H., S.I.K., M.I.K., Kabag Ops Kompol Nurman, S.H., M.H., Kasat Binmas AKP Kasmandar Subekti, S.M., Kapolsek Bengkalis AKP Faisal, S.H., serta sejumlah pejabat utama Polres dan perangkat desa setempat.
Dalam keterangannya, Kapolres Budi Setiawan menyampaikan bahwa infrastruktur seperti embung, kanal blok, dan menara pantau memiliki peran strategis dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Kita harus memastikan seluruh fasilitas ini dalam kondisi baik, agar saat terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif,” katanya.
Kapolres juga meminta agar seluruh Bhabinkamtibmas secara berkala memeriksa kondisi embung dan kanal blok di wilayah binaan masing-masing. Selain itu, menara pantau Karhutla yang ada di salah satu titik diminta untuk diaktifkan kembali guna mendukung patroli serta deteksi dini.
Berdasarkan data yang dihimpun Polres Bengkalis, hingga saat ini terdapat 116 titik embung, 160 kanal blok, dan satu menara pantau Karhutla di wilayah Kabupaten Bengkalis.
“Langkah antisipasi harus diperkuat sejak dini, sejalan dengan arahan Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Hery Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum., mengingat kondisi iklim yang tidak menentu,” tutup AKBP Budi.
Polres Bengkalis berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla, terutama menjelang musim kering yang rawan kebakaran.[ril]








